Bab 1: Mengenal Bahasa Mandarin
Belajar Mandarin dimulai dengan satu sikap penting: kita sedang belajar berkomunikasi, bukan sedang menghafal simbol asing tanpa arah. Setiap bunyi, setiap tanda nada, dan setiap Hanzi akan lebih mudah dipahami jika kita tahu fungsinya.
Dalam bab pertama ini, kita akan mengenal empat hal dasar:
- apa yang dimaksud dengan “Bahasa Mandarin”;
- mengapa bahasa lisan dan bahasa tulisan perlu dibedakan;
- apa peran Pinyin dan Hanzi;
- bagaimana cara belajar yang aman, pelan, dan menyenangkan untuk pemula.
Kita belum akan memaksa diri menguasai semuanya. Bab ini adalah peta awal. Peta tidak membuat kita langsung sampai tujuan, tetapi membantu kita tahu jalan mana yang sedang kita tempuh.
1.1 Apa itu Bahasa Mandarin?
Dalam kehidupan sehari-hari, orang sering berkata “bahasa Cina” atau “bahasa Tionghoa” seolah-olah hanya ada satu bahasa. Kenyataannya lebih beragam. Di dalam rumpun bahasa Tionghoa terdapat banyak ragam atau varietas, misalnya Mandarin, Kanton, Hokkien/Min, Hakka, Wu, dan lain-lain. Sebagian ragam itu dapat sangat berbeda dalam bunyi dan percakapan sehari-hari, sampai penuturnya belum tentu saling memahami jika hanya mengandalkan bahasa lisan (Norman, 1988; Ramsey, 1987).
Bahasa Mandarin yang kita pelajari dalam buku ini adalah Mandarin standar, yaitu ragam Mandarin yang dipakai luas dalam pendidikan, media, dan komunikasi resmi. Di Tiongkok Daratan, Mandarin standar disebut 普通话 (Pǔtōnghuà), yang secara harfiah berarti “bahasa umum”. Di Taiwan sering digunakan istilah 国语 (Guóyǔ), dan di beberapa komunitas Asia Tenggara dikenal istilah 华语 (Huáyǔ) (Ramsey, 1987).
Untuk pemula, cukup ingat begini:
Mandarin adalah salah satu ragam bahasa Tionghoa yang menjadi standar pembelajaran modern di banyak tempat.
Contoh sederhana:
| Hanzi | Pinyin | Arti |
|---|---|---|
| 你好 | nǐ hǎo | halo / apa kabar |
| 谢谢 | xièxie | terima kasih |
| 再见 | zàijiàn | sampai jumpa |
Dalam buku ini, ketika kita mengatakan “Mandarin”, yang dimaksud adalah Mandarin standar untuk percakapan dasar.
1.2 Bahasa lisan dan bahasa tulisan
Sebelum belajar lebih jauh, kita perlu membedakan bahasa lisan dan bahasa tulisan.
Bahasa lisan adalah bahasa yang diucapkan dan didengar. Unsurnya adalah bunyi. Ketika seseorang berkata:
nǐ hǎo
yang kita dengar adalah rangkaian bunyi.
Bahasa tulisan adalah bahasa yang dilihat dan dibaca. Unsurnya adalah tanda tertulis. Untuk nǐ hǎo, bentuk tulisan Hanzinya adalah:
你好
Jadi, satu ungkapan bisa muncul dalam dua bentuk:
| Bentuk | Contoh | Kita gunakan untuk |
|---|---|---|
| Lisan | nǐ hǎo | berbicara dan mendengar |
| Tulisan | 你好 | membaca dan menulis |
Dalam bahasa Indonesia, hubungan antara bunyi dan huruf relatif akrab bagi kita. Kata “makan” ditulis dengan huruf m-a-k-a-n, lalu dibaca “makan”. Mandarin berbeda. Tulisan Mandarin sehari-hari memakai Hanzi, bukan alfabet Latin. Karena itu, pemula membutuhkan jembatan. Jembatan itu bernama Pinyin.
1.3 Pinyin: jembatan menuju bunyi Mandarin
Pinyin adalah sistem penulisan bunyi Mandarin dengan huruf Latin. Huruf Latin adalah huruf yang juga kita pakai dalam bahasa Indonesia: a, b, c, d, dan seterusnya. Pinyin membantu kita mengetahui cara mengucapkan Hanzi. Sistem Hanyu Pinyin dikembangkan dan dipakai secara resmi di Tiongkok modern sebagai romanisasi Mandarin standar, yaitu cara menuliskan bunyi bahasa dengan huruf Latin (Ramsey, 1987).
Perhatikan contoh berikut:
| Hanzi | Pinyin | Arti |
|---|---|---|
| 我 | wǒ | saya / aku |
| 你 | nǐ | kamu / Anda |
| 他 | tā | dia laki-laki |
| 她 | tā | dia perempuan |
| 好 | hǎo | baik |
| 是 | shì | adalah / ya, benar |
Pinyin membantu kita mengucapkan Hanzi. Misalnya, jika melihat:
我
kita mungkin belum tahu cara membacanya. Tetapi jika diberi Pinyin:
我 — wǒ
kita tahu bahwa karakter itu dibaca wǒ.
Namun, Pinyin bukan sekadar “ejaan seperti bahasa Indonesia”. Beberapa huruf dalam Pinyin dibaca berbeda dari kebiasaan bahasa Indonesia. Contohnya:
| Pinyin | Kira-kira catatan awal |
|---|---|
| q | bukan “kiu” seperti nama huruf Inggris |
| x | bukan “eks” |
| zh | bukan z + h yang dibaca terpisah |
| c | sering terdengar seperti “ts” |
Kita tidak perlu menguasai semua bunyi ini sekarang. Bab 2 dan Bab 3 akan melatihnya pelan-pelan. Untuk saat ini, pahami dulu fungsi Pinyin:
Pinyin adalah alat bantu membaca bunyi Mandarin.
Contoh:
| Hanzi | Pinyin | Arti |
|---|---|---|
| 中国 | Zhōngguó | Tiongkok / Cina |
| 中文 | Zhōngwén | bahasa Tionghoa / tulisan-bahasa Cina |
| 老师 | lǎoshī | guru |
| 学生 | xuésheng | murid / siswa |
Jika Hanzi terasa sulit, jangan panik. Pada tahap awal, kita akan sering melihat Hanzi dan Pinyin berdampingan.
1.4 Nada: tinggi-rendah suara yang membedakan makna
Mandarin adalah bahasa bernada. Nada berarti pola tinggi-rendah suara pada satu suku kata. Dalam Mandarin standar, nada termasuk bagian penting dari pelafalan karena perbedaan nada dapat membedakan makna kata (Duanmu, 2007).
Mari gunakan contoh yang sangat terkenal:
| Pinyin | Nada | Contoh arti |
|---|---|---|
| mā | nada pertama | ibu |
| má | nada kedua | rami / mati rasa, tergantung konteks |
| mǎ | nada ketiga | kuda |
| mà | nada keempat | memarahi |
Semua contoh di atas memakai bunyi dasar “ma”, tetapi nadanya berbeda. Karena nadanya berbeda, maknanya juga dapat berbeda.
Dalam bahasa Indonesia, tinggi-rendah suara juga ada, tetapi biasanya tidak membedakan arti kata dengan cara yang sama. Misalnya, kata “makan” tetap berarti makan meskipun kita mengucapkannya dengan suara naik karena bertanya:
Makan?
Dalam Mandarin, nada adalah bagian dari kata. Karena itu, sejak awal kita akan belajar mendengar dan meniru nada dengan sabar.
Tanda nada dalam Pinyin ditulis di atas vokal:
| Tanda | Contoh | Nama sederhana |
|---|---|---|
| ¯ | mā | nada datar tinggi |
| ´ | má | nada naik |
| ˇ | mǎ | nada turun-naik |
| ` | mà | nada turun |
| tanpa tanda | ma | nada netral |
Nada netral adalah suku kata yang diucapkan ringan dan pendek. Contohnya dalam:
谢谢 — xièxie — terima kasih
Suku kata pertama xiè bernada keempat, sedangkan suku kata kedua xie sering diucapkan ringan sebagai nada netral.
Untuk sekarang, tugas kita bukan sempurna. Tugas kita adalah mulai sadar bahwa nada itu penting.
1.5 Hanzi: tulisan Mandarin yang harus dilihat sebagai bentuk bermakna
Hanzi adalah karakter tulisan Tionghoa. Dalam bahasa Mandarin, banyak Hanzi mewakili satu suku kata yang biasanya berhubungan dengan satu unsur makna. Dalam kajian bahasa, unsur makna terkecil disebut morfem. Jadi, secara sederhana, banyak Hanzi dapat dipahami sebagai karakter yang menghubungkan bentuk tulisan, bunyi satu suku kata, dan makna tertentu (DeFrancis, 1984; Norman, 1988).
Contoh:
| Hanzi | Pinyin | Makna dasar |
|---|---|---|
| 人 | rén | orang / manusia |
| 口 | kǒu | mulut |
| 日 | rì | matahari / hari |
| 月 | yuè | bulan |
| 中 | zhōng | tengah |
| 国 | guó | negara |
Jika digabung, beberapa Hanzi membentuk kata:
| Hanzi | Pinyin | Arti |
|---|---|---|
| 中国 | Zhōngguó | Tiongkok / Cina |
| 中国人 | Zhōngguó rén | orang Tiongkok |
| 中文 | Zhōngwén | bahasa Tionghoa |
| 日月 | rì yuè | matahari dan bulan; juga dapat muncul dalam konteks tulisan |
Hanzi bukan alfabet. Artinya, kita tidak mengeja Hanzi seperti mengeja huruf Latin satu per satu. Karakter 人 tidak tersusun dari huruf r-e-n, walaupun Pinyinnya rén. Karakter itu memiliki bentuk sendiri dan dibaca rén.
Satu hal penting: Hanzi juga membantu membedakan kata yang bunyinya sama. Mandarin memiliki banyak suku kata yang terdengar sama atau sangat mirip, sehingga tulisan Hanzi sering memberi petunjuk makna yang tidak terlihat jika hanya membaca Pinyin (DeFrancis, 1984).
Contoh:
| Hanzi | Pinyin | Arti |
|---|---|---|
| 是 | shì | adalah / benar |
| 事 | shì | urusan / hal |
| 市 | shì | kota / pasar |
Ketiganya sama-sama dapat dibaca shì, tetapi Hanzinya berbeda dan maknanya berbeda.
Karena itu, dalam buku ini kita tidak akan memilih antara Pinyin atau Hanzi. Kita akan memakai keduanya:
- Pinyin untuk membantu pelafalan.
- Hanzi untuk mengenal tulisan dan makna.
1.6 Hanzi sederhana dan Hanzi tradisional
Dalam dunia berbahasa Tionghoa, ada dua bentuk karakter yang sering ditemui: Hanzi sederhana dan Hanzi tradisional. Hanzi sederhana adalah bentuk yang disederhanakan dalam sistem tulisan modern yang dipakai luas di Tiongkok Daratan dan Singapura. Hanzi tradisional masih digunakan luas di Taiwan, Hong Kong, Makau, dan banyak komunitas perantauan. Perbedaan ini adalah perbedaan bentuk tulisan, bukan berarti bahasa lisannya selalu berbeda (Norman, 1988; Ramsey, 1987).
Contoh:
| Arti | Hanzi sederhana | Hanzi tradisional | Pinyin |
|---|---|---|---|
| negara | 国 | 國 | guó |
| belajar | 学 | 學 | xué |
| pintu | 门 | 門 | mén |
Buku ini terutama memakai Hanzi sederhana, karena sering digunakan dalam buku pelajaran Mandarin modern untuk pemula. Namun, mengetahui bahwa bentuk tradisional ada akan membantu kita tidak bingung saat melihat tulisan Mandarin di tempat berbeda.
1.7 Suku kata: potongan bunyi dalam Mandarin
Sebelum masuk ke bab pelafalan, kita perlu mengenal istilah suku kata. Suku kata adalah satu potongan bunyi yang diucapkan sebagai satu unit. Dalam bahasa Indonesia, kata “makan” memiliki dua suku kata:
ma-kan
Dalam Mandarin, banyak Hanzi dibaca sebagai satu suku kata. Contoh:
| Hanzi | Pinyin | Jumlah suku kata |
|---|---|---|
| 我 | wǒ | 1 |
| 你 | nǐ | 1 |
| 好 | hǎo | 1 |
| 中国 | Zhōng-guó | 2 |
| 老师 | lǎo-shī | 2 |
Dalam Pinyin, satu suku kata biasanya terdiri dari:
- bagian awal bunyi, misalnya m, n, sh, zh;
- bagian akhir bunyi, misalnya a, ao, ang, ing;
- nada, misalnya mā, má, mǎ, mà.
Dalam istilah pelafalan Mandarin, bagian awal sering disebut initial, dan bagian akhir disebut final. Kita belum perlu menghafal istilah Inggrisnya. Cukup pahami bahwa satu suku kata Mandarin memiliki susunan bunyi yang teratur. Bab 2 akan membahasnya lebih jelas.
Contoh:
| Suku kata | Bagian awal | Bagian akhir | Nada |
|---|---|---|---|
| mā | m | a | nada 1 |
| nǐ | n | i | nada 3 |
| hǎo | h | ao | nada 3 |
| shì | sh | i | nada 4 |
Dengan memahami suku kata, kita akan lebih mudah membaca Pinyin, mengucapkan kata, dan mengenali pola bunyi.
1.8 Mandarin tidak harus ditakuti
Banyak pemula merasa Mandarin sulit karena tiga alasan:
- bunyinya bernada;
- tulisannya tidak memakai alfabet;
- beberapa bunyi tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Semua itu benar, tetapi tidak berarti Mandarin mustahil dipelajari. Kesulitan bukan tanda bahwa kita tidak mampu. Kesulitan hanya menunjukkan bahwa otak kita sedang belajar pola baru.
Anak-anak dan orang dewasa sama-sama bisa belajar, tetapi cara belajarnya bisa berbeda.
Untuk anak-anak, belajar sebaiknya banyak memakai:
- lagu pendek;
- kartu gambar;
- permainan angka;
- meniru sapaan;
- menulis Hanzi besar-besar dengan gerakan tangan.
Contoh permainan:
Orang tua atau guru menunjukkan kartu bertuliskan 你好. Anak mengucapkan nǐ hǎo sambil melambaikan tangan.
Untuk orang dewasa, belajar bisa memakai:
- catatan kecil;
- rekaman suara;
- latihan dialog;
- pengulangan terjadwal;
- membandingkan bunyi Mandarin dengan bahasa Indonesia secara sadar.
Contoh latihan dewasa:
Rekam suara sendiri saat mengucapkan 你好, 谢谢, 再见. Dengarkan kembali. Bandingkan dengan audio penutur asli atau guru. Perbaiki satu hal saja setiap kali, misalnya nada atau panjang bunyi.
Untuk semua usia, prinsipnya sama:
Belajar Mandarin paling aman dimulai dari potongan kecil yang sering diulang.
1.9 Kesalahan awal yang wajar
Pemula sering melakukan kesalahan. Itu normal. Bahkan, kesalahan adalah bagian dari belajar.
Beberapa kesalahan awal yang umum:
1. Membaca Pinyin seperti bahasa Indonesia sepenuhnya
Misalnya, qi tidak dibaca seperti “ki”, dan xi tidak dibaca seperti “ksi”. Bunyi-bunyi ini akan kita latih di Bab 3.
2. Mengabaikan nada
Jika semua nada diucapkan sama, pendengar bisa bingung. Namun, jangan takut bicara. Lebih baik mulai berbicara pelan dengan nada yang sedang dilatih daripada diam karena takut salah.
3. Menghafal Hanzi tanpa bunyi
Jika hanya menghafal bentuk 你 tanpa tahu bahwa bunyinya nǐ, kita akan sulit berbicara.
4. Menghafal bunyi tanpa makna
Jika hanya menghafal nǐ hǎo tanpa tahu bahwa artinya sapaan, kita akan sulit memakai bahasa dalam percakapan.
Cara yang lebih seimbang:
| Yang dipelajari | Contoh |
|---|---|
| Hanzi | 你好 |
| Pinyin | nǐ hǎo |
| Arti | halo / apa kabar |
| Situasi | saat menyapa orang |
Belajar bahasa selalu lebih kuat jika bentuk, bunyi, makna, dan situasi dipelajari bersama.
1.10 Sikap budaya: belajar bahasa berarti belajar menghargai
Bahasa tidak hidup sendirian. Bahasa dipakai oleh manusia dalam keluarga, sekolah, pasar, kantor, perayaan, dan sejarah. Karena itu, belajar Mandarin juga berarti belajar menghargai budaya.
Nanti, kita akan mengenal ucapan Tahun Baru Imlek, penanggalan Cina, dan dua belas shio. Saat mempelajarinya, kita perlu menjaga sikap hormat. Shio, perayaan, dan tradisi bukan alat untuk menilai seseorang secara sempit. Misalnya, mengetahui shio seseorang dapat menjadi bagian dari percakapan budaya, tetapi tidak boleh dipakai untuk mengejek atau membuat stereotip.
Contoh pertanyaan yang sopan nanti:
你属什么?
Nǐ shǔ shénme?
Shio kamu apa?
Pertanyaan seperti ini sebaiknya digunakan dalam konteks yang tepat dan dengan nada ramah. Jika seseorang tidak ingin menjawab, kita menghormatinya.
1.11 Cara belajar bab-bab berikutnya
Buku ini disusun bertahap. Kita akan bergerak dari bunyi, tulisan, percakapan, angka, waktu, kalender, lalu budaya.
Urutannya kira-kira seperti ini:
- mengenal Mandarin;
- membaca Pinyin dan nada;
- melatih bunyi sulit;
- mengenal Hanzi dasar;
- menyapa dan memperkenalkan diri;
- membangun kalimat sederhana;
- belajar angka;
- menyebut jam, hari, tanggal, dan tahun;
- memahami penanggalan Cina dan shio;
- membuat dialog pendek.
Setiap tahap akan terasa lebih mudah jika kita tidak melompat terlalu cepat. Misalnya, sebelum mengucapkan tanggal lahir, kita perlu tahu angka, bulan, dan tahun. Sebelum membaca dialog pendek, kita perlu tahu sapaan dan kata ganti seperti 我 (wǒ, saya) dan 你 (nǐ, kamu).
Belajar bahasa seperti menyusun rumah kecil. Kita tidak memasang atap sebelum ada dinding. Kita tidak membuat dinding sebelum ada dasar.
1.12 Latihan ringan Bab 1
Cobalah latihan berikut tanpa terburu-buru.
Latihan A — Kenali tiga bentuk
Pasangkan Hanzi, Pinyin, dan arti.
| Hanzi | Pinyin | Arti |
|---|---|---|
| 你好 | nǐ hǎo | halo |
| 谢谢 | xièxie | terima kasih |
| 我 | wǒ | saya |
| 你 | nǐ | kamu |
| 再见 | zàijiàn | sampai jumpa |
Baca perlahan:
你好 — nǐ hǎo — halo
谢谢 — xièxie — terima kasih
再见 — zàijiàn — sampai jumpa
Latihan B — Bedakan fungsi Pinyin dan Hanzi
Jawab dengan kata “Pinyin” atau “Hanzi”.
- Yang membantu kita mengetahui bunyi: __
- Yang menjadi tulisan Mandarin sehari-hari: __
- Contoh: 你好 adalah __
- Contoh: nǐ hǎo adalah __
Jawaban:
- Pinyin
- Hanzi
- Hanzi
- Pinyin
Latihan C — Ucapkan dengan sadar
Ucapkan tiga kali:
nǐ hǎo
xièxie
zàijiàn
Saat mengucapkan, jangan mengejar cepat. Perhatikan:
- mulut bergerak jelas;
- suara tidak terlalu kecil;
- nada ditiru semampunya;
- jika salah, ulangi dengan tenang.
Latihan D — Jelaskan dengan kata-katamu sendiri
Coba jawab secara lisan:
- Apa itu Pinyin?
- Apa itu Hanzi?
- Mengapa nada penting dalam Mandarin?
- Mengapa belajar Mandarin perlu pelan-pelan?
Jika bisa menjawab dengan sederhana, berarti kamu sudah memahami inti bab ini.
1.13 Ringkasan bab
Dalam bab ini kita belajar bahwa Mandarin adalah salah satu ragam bahasa Tionghoa yang menjadi standar pembelajaran modern. Mandarin memiliki bentuk lisan dan tulisan. Bentuk lisan berkaitan dengan bunyi dan nada. Bentuk tulisan sehari-hari memakai Hanzi.
Pinyin adalah jembatan untuk membaca bunyi Mandarin dengan huruf Latin. Hanzi adalah karakter tulisan yang membawa hubungan antara bentuk, bunyi, dan makna. Keduanya penting. Pinyin membantu kita berbicara dan mendengar; Hanzi membantu kita membaca dan memahami tulisan.
Kita juga belajar bahwa nada adalah bagian penting dari pelafalan Mandarin. Perbedaan nada dapat membedakan makna. Karena itu, sejak awal kita akan berlatih mendengar dan mengucapkan dengan sabar.
Yang paling penting: Mandarin tidak perlu ditakuti. Kita akan belajar dari kecil ke besar, dari sapaan menuju percakapan, dari angka kecil menuju puluh ribuan, dari jam menuju tanggal dan kalender. Satu langkah kecil yang diulang dengan benar akan menjadi dasar yang kuat.
Pada bab berikutnya, kita mulai masuk ke Pinyin, nada, dan pelafalan awal.
References
DeFrancis, John. (1984). The Chinese Language: Fact and Fantasy. University of Hawai‘i Press.
Duanmu, San. (2007). The Phonology of Standard Chinese (2nd ed.). Oxford University Press.
Norman, Jerry. (1988). Chinese. Cambridge University Press.
Ramsey, S. Robert. (1987). The Languages of China. Princeton University Press.