Bab 2: Kata dalam Bahasa Arab
Pada Bab 1, kita sudah mengenal huruf Arab. Huruf adalah bagian kecil yang dapat disusun menjadi kata. Sekarang kita naik satu tingkat.
Kalau huruf seperti balok kecil, maka kata seperti benda yang sudah mulai berbentuk. Misalnya balok-balok disusun menjadi rumah mainan, mobil mainan, atau menara. Dalam bahasa Arab, huruf-huruf juga disusun menjadi kata.
Contoh:
كِتَابٌ
kitābun
artinya: “sebuah buku”
Kata كِتَابٌ tersusun dari huruf:
ك + ت + ا + ب
Jika huruf sudah tersusun dan memiliki makna, kita mulai menyebutnya kata.
Dalam pelajaran tata bahasa Arab, kata disebut كَلِمَةٌ atau kalimah. Hati-hati, ya. Dalam bahasa Indonesia, “kalimat” berarti susunan beberapa kata, misalnya “Aku membaca buku.” Tetapi dalam istilah Arab, kalimah berarti “kata”. Adapun “kalimat” dalam arti susunan kata biasanya disebut جُمْلَةٌ atau jumlah.
Dalam tata bahasa Arab klasik, kata dibagi menjadi tiga kelompok besar: isim, fi’il, dan huruf. Pembagian tiga jenis kata ini adalah dasar penting dalam ilmu nahwu Arab (Wright, 1896; Ryding, 2005).
Kita akan belajar pelan-pelan.
Tiga Keranjang Kata
Bayangkan kamu punya tiga keranjang.
Keranjang pertama bernama isim.
Keranjang kedua bernama fi’il.
Keranjang ketiga bernama huruf.
Setiap kali bertemu kata Arab, kita bertanya:
“Ini masuk keranjang yang mana?”
Apakah kata ini nama benda, orang, tempat, atau sifat?
Mungkin itu isim.
Apakah kata ini menunjukkan perbuatan?
Mungkin itu fi’il.
Apakah kata ini kata kecil yang membantu menghubungkan makna, seperti “di”, “dari”, “ke”, atau “dan”?
Mungkin itu huruf.
Mari kita buka satu per satu.
1. Isim: Kata Nama, Benda, dan Sifat
Isim ditulis:
اِسْمٌ
ismun
Secara mudah, isim adalah kata yang menunjukkan nama sesuatu.
Sesuatu itu bisa berupa:
- orang,
- hewan,
- benda,
- tempat,
- sifat,
- atau hal yang sedang dibicarakan.
Contoh isim:
وَلَدٌ
waladun
artinya: “seorang anak laki-laki”
بِنْتٌ
bintun
artinya: “seorang anak perempuan”
قَلَمٌ
qalamun
artinya: “sebuah pena”
مَدْرَسَةٌ
madrasatun
artinya: “sebuah sekolah”
كَبِيرٌ
kabīrun
artinya: “besar”
Kata كَبِيرٌ berarti “besar”. Itu bukan benda seperti pena atau sekolah, tetapi tetap termasuk isim karena ia menunjukkan sifat. Dalam tata bahasa Arab, banyak kata sifat juga termasuk isim.
Perhatikan kalimat kecil ini:
قَلَمٌ كَبِيرٌ
qalamun kabīrun
artinya: “sebuah pena besar”
Di sini:
- قَلَمٌ adalah isim karena menunjukkan benda, yaitu pena.
- كَبِيرٌ adalah isim karena menunjukkan sifat, yaitu besar.
Jadi, isim bukan hanya “benda yang bisa dipegang”. Nama orang, nama tempat, nama hewan, dan sifat juga bisa termasuk isim.
Cara Mudah Mengenali Isim
Untuk awal belajar, kamu dapat memakai pertanyaan sederhana:
“Apa ini?”
atau
“Siapa ini?”
Jika sebuah kata bisa menjawab pertanyaan “apa?” atau “siapa?”, kemungkinan besar kata itu adalah isim.
Contoh:
مَا هٰذَا؟
mā hādzā?
artinya: “Apa ini?”
Jawaban:
كِتَابٌ
kitābun
artinya: “sebuah buku”
Karena كِتَابٌ menjawab pertanyaan “apa?”, kata itu adalah isim.
Contoh lain:
مَنْ هٰذَا؟
man hādzā?
artinya: “Siapa ini?”
Jawaban:
وَلَدٌ
waladun
artinya: “seorang anak laki-laki”
Karena وَلَدٌ menjawab pertanyaan “siapa?”, kata itu adalah isim.
Dalam pelajaran yang lebih lanjut, isim mempunyai tanda-tanda tertentu, misalnya bisa menerima alif-lam seperti الْكِتَابُ “buku itu”, atau bisa berakhiran tanwin seperti كِتَابٌ “sebuah buku”. Tanda-tanda seperti ini dikenal dalam pembahasan nahwu Arab (Wright, 1896). Tetapi untuk sekarang, cukup ingat dulu:
Isim adalah kata nama, benda, tempat, orang, hewan, atau sifat.
2. Fi’il: Kata Kerja
Sekarang kita masuk ke keranjang kedua.
Fi’il ditulis:
فِعْلٌ
fi‘lun
Fi’il adalah kata kerja. Artinya, fi’il menunjukkan perbuatan atau kejadian.
Dalam bahasa Indonesia, kata kerja misalnya:
- makan,
- minum,
- menulis,
- membaca,
- pergi,
- duduk.
Dalam bahasa Arab, contohnya:
كَتَبَ
kataba
artinya: “dia telah menulis”
قَرَأَ
qara’a
artinya: “dia telah membaca”
جَلَسَ
jalasa
artinya: “dia telah duduk”
ذَهَبَ
dzahaba
artinya: “dia telah pergi”
Kata-kata ini menunjukkan perbuatan. Maka, kata-kata ini termasuk fi’il.
Dalam tata bahasa Arab, fi’il biasanya berkaitan dengan waktu, misalnya perbuatan yang sudah terjadi, sedang terjadi, akan terjadi, atau berupa perintah. Pembahasan ini akan kita pelajari lebih lengkap di Bab 4. Untuk sekarang, cukup pahami bahwa fi’il adalah kata yang menunjukkan perbuatan atau kejadian (Ryding, 2005).
Cara Mudah Mengenali Fi’il
Untuk awal belajar, kamu dapat bertanya:
“Sedang apa?”
atau
“Melakukan apa?”
Contoh:
كَتَبَ الْوَلَدُ
kataba al-waladu
artinya: “Anak laki-laki itu telah menulis.”
Kata mana yang menunjukkan perbuatan?
Jawabannya:
كَتَبَ
kataba
“telah menulis”
Maka كَتَبَ adalah fi’il.
Contoh lain:
جَلَسَتِ الْبِنْتُ
jalasati al-bintu
artinya: “Anak perempuan itu telah duduk.”
Kata yang menunjukkan perbuatan adalah:
جَلَسَتْ
jalasat
“telah duduk”
Maka جَلَسَتْ adalah fi’il.
Perhatikan bahwa dalam contoh kedua, kata kerja menjadi جَلَسَتْ karena pelakunya anak perempuan. Perubahan bentuk seperti ini akan dibahas dalam pelajaran fi’il dan sharaf nanti. Jangan khawatir. Sekarang cukup kenali bahwa kata itu menunjukkan perbuatan.
3. Huruf: Kata Kecil Pembantu Makna
Sekarang kita buka keranjang ketiga.
Huruf ditulis:
حَرْفٌ
harfun
Di Bab 1, kita belajar huruf sebagai bentuk tulisan, seperti:
ا، ب، ت، ث
Itu huruf dalam arti abjad.
Tetapi dalam nahwu, kata huruf punya arti lain. Dalam pembahasan jenis kata, huruf berarti kata kecil yang membantu makna kata lain. Dalam buku tata bahasa Arab, jenis ini sering diterjemahkan sebagai particle atau “partikel” (Ryding, 2005).
Agar tidak bingung, ingat dua arti ini:
- Huruf hijaiyah: bentuk huruf Arab, seperti ب dan ت.
- Huruf dalam nahwu: kata kecil yang membantu atau menghubungkan makna.
Contoh huruf dalam nahwu:
فِي
fī
artinya: “di” atau “di dalam”
مِنْ
min
artinya: “dari”
إِلَى
ilā
artinya: “ke”
وَ
wa
artinya: “dan”
هَلْ
hal
dipakai untuk membuat pertanyaan “apakah”
Mari kita lihat contoh.
فِي الْبَيْتِ
fī al-bayti
artinya: “di rumah”
Kata فِي berarti “di”. Kata ini membantu menjelaskan tempat.
Contoh lain:
مِنَ الْمَدْرَسَةِ
mina al-madrasati
artinya: “dari sekolah”
Kata مِنْ berarti “dari”. Kata ini membantu menjelaskan asal atau tempat mulai.
Contoh lagi:
الْقَلَمُ وَالْكِتَابُ
al-qalamu wa al-kitābu
artinya: “pena dan buku”
Kata وَ berarti “dan”. Kata ini menghubungkan dua kata: pena dan buku.
Mengapa Huruf Disebut Kata Pembantu?
Coba perhatikan kata ini:
فِي
fī
Artinya “di”.
Jika kita hanya berkata “di”, teman kita mungkin bertanya:
“Di mana?”
Kata فِي biasanya membutuhkan kata lain agar maknanya lengkap.
Misalnya:
فِي الْبَيْتِ
fī al-bayti
“di rumah”
Atau:
فِي الْفَصْلِ
fī al-faṣli
“di kelas”
Jadi, huruf dalam nahwu sering membutuhkan teman. Ia seperti jembatan kecil yang menghubungkan makna.
Contoh lain:
إِلَى
ilā
artinya: “ke”
Jika hanya berkata “ke”, maknanya belum lengkap.
Tetapi jika kita berkata:
إِلَى الْمَسْجِدِ
ilā al-masjidi
artinya: “ke masjid”
Maknanya menjadi jelas.
Maka, untuk awal belajar, ingatlah:
Huruf adalah kata kecil yang membantu atau menghubungkan makna kata lain.
Membandingkan Isim, Fi’il, dan Huruf
Sekarang kita bandingkan tiga jenis kata itu.
Perhatikan tabel ini:
| Jenis kata | Tulisan Arab | Makna mudah | Contoh | Arti |
|---|---|---|---|---|
| Isim | اِسْمٌ | nama, benda, tempat, sifat | كِتَابٌ | buku |
| Fi’il | فِعْلٌ | kata kerja, perbuatan | كَتَبَ | telah menulis |
| Huruf | حَرْفٌ | kata kecil pembantu makna | فِي | di |
Sekarang lihat tiga contoh berikut:
كِتَابٌ
Ini isim, karena artinya “buku”.
قَرَأَ
Ini fi’il, karena artinya “telah membaca”.
مِنْ
Ini huruf, karena artinya “dari” dan membantu kata lain.
Contoh dalam Kalimat Pendek
Mari kita baca kalimat sederhana:
قَرَأَ الْوَلَدُ الْكِتَابَ
qara’a al-waladu al-kitāba
artinya: “Anak laki-laki itu telah membaca buku itu.”
Sekarang kita cari jenis katanya.
قَرَأَ
artinya “telah membaca”
Ini fi’il, karena menunjukkan perbuatan.
الْوَلَدُ
artinya “anak laki-laki itu”
Ini isim, karena menunjukkan orang.
الْكِتَابَ
artinya “buku itu”
Ini isim, karena menunjukkan benda.
Tidak ada huruf dalam kalimat ini.
Sekarang lihat kalimat lain:
جَلَسَتِ الْبِنْتُ فِي الْبَيْتِ
jalasati al-bintu fī al-bayti
artinya: “Anak perempuan itu telah duduk di rumah.”
Jenis katanya:
جَلَسَتْ
“telah duduk”
Ini fi’il.
الْبِنْتُ
“anak perempuan itu”
Ini isim.
فِي
“di”
Ini huruf.
الْبَيْتِ
“rumah itu”
Ini isim.
Jadi, dalam satu kalimat Arab, kita bisa menemukan isim, fi’il, dan huruf bersama-sama.
Kata yang Mirip, tetapi Jenisnya Berbeda
Kadang-kadang, pemula merasa bingung karena semua kata Arab terlihat baru. Itu wajar. Kita dapat melatih mata dan pikiran dengan melihat maknanya.
Perhatikan tiga kata ini:
مَدْرَسَةٌ
madrasatun
“sekolah”
ذَهَبَ
dzahaba
“telah pergi”
إِلَى
ilā
“ke”
Sekarang kita tanyakan:
Apakah مَدْرَسَةٌ nama tempat?
Ya. Maka ini isim.
Apakah ذَهَبَ menunjukkan perbuatan?
Ya, yaitu pergi. Maka ini fi’il.
Apakah إِلَى kata kecil yang membantu arah?
Ya, artinya “ke”. Maka ini huruf.
Kalau masih bingung, jangan langsung menyerah. Ulangi pertanyaan sederhana:
-
Apakah ini nama sesuatu?
Jika ya, kemungkinan isim. -
Apakah ini perbuatan?
Jika ya, kemungkinan fi’il. -
Apakah ini kata kecil seperti di, dari, ke, dan, apakah?
Jika ya, kemungkinan huruf.
Latihan Bersama
Sekarang kita latihan pelan-pelan.
Tentukan apakah kata berikut termasuk isim, fi’il, atau huruf.
Contoh 1
بَيْتٌ
baytun
“rumah”
Rumah adalah benda atau tempat tinggal. Jadi:
بَيْتٌ = isim
Contoh 2
أَكَلَ
akala
“dia telah makan”
Makan adalah perbuatan. Jadi:
أَكَلَ = fi’il
Contoh 3
مِنْ
min
“dari”
Kata “dari” membantu menjelaskan asal. Jadi:
مِنْ = huruf
Latihan Mandiri
Cobalah jawab sendiri dulu sebelum melihat kunci jawaban.
Tentukan jenis kata berikut.
-
قَلَمٌ
qalamun
“pena” -
شَرِبَ
syariba
“dia telah minum” -
فِي
fī
“di” -
مَسْجِدٌ
masjidun
“masjid” -
وَ
wa
“dan” -
نَامَ
nāma
“dia telah tidur” -
كَبِيرٌ
kabīrun
“besar” -
إِلَى
ilā
“ke”
Kunci Jawaban
- قَلَمٌ = isim, karena menunjukkan benda.
- شَرِبَ = fi’il, karena menunjukkan perbuatan minum.
- فِي = huruf, karena berarti “di” dan membantu makna tempat.
- مَسْجِدٌ = isim, karena menunjukkan tempat.
- وَ = huruf, karena berarti “dan” dan menghubungkan kata.
- نَامَ = fi’il, karena menunjukkan perbuatan tidur.
- كَبِيرٌ = isim, karena menunjukkan sifat.
- إِلَى = huruf, karena berarti “ke” dan membantu makna arah.
Bermain Mengelompokkan Kata
Agar lebih menyenangkan, bayangkan kamu sedang merapikan kartu kata. Setiap kartu harus masuk ke kotak yang tepat.
Kotak isim untuk nama dan sifat:
كِتَابٌ — buku
بَيْتٌ — rumah
وَلَدٌ — anak laki-laki
جَمِيلٌ — indah
Kotak fi’il untuk perbuatan:
كَتَبَ — telah menulis
قَرَأَ — telah membaca
جَلَسَ — telah duduk
ذَهَبَ — telah pergi
Kotak huruf untuk kata kecil pembantu:
فِي — di
مِنْ — dari
إِلَى — ke
وَ — dan
Jika kamu bisa mengelompokkan kata seperti ini, kamu sudah memegang salah satu kunci besar dalam nahwu.
Mengapa Ini Penting?
Mungkin kamu bertanya:
“Mengapa harus tahu isim, fi’il, dan huruf?”
Karena setelah ini, kita akan belajar menyusun kalimat.
Dalam bahasa Arab, susunan kalimat sering bergantung pada jenis katanya. Jika kita tahu suatu kata adalah isim, kita bisa mempelajari apakah ia menjadi pokok pembicaraan, pelaku, benda yang dikenai perbuatan, atau keterangan. Jika kita tahu suatu kata adalah fi’il, kita bisa mencari siapa pelakunya. Jika kita tahu suatu kata adalah huruf, kita bisa melihat bagaimana ia menghubungkan makna.
Contoh:
ذَهَبَ الْوَلَدُ إِلَى الْمَسْجِدِ
dzahaba al-waladu ilā al-masjidi
artinya: “Anak laki-laki itu telah pergi ke masjid.”
Mari kita lihat:
ذَهَبَ = fi’il, karena berarti “telah pergi”
الْوَلَدُ = isim, karena berarti “anak laki-laki itu”
إِلَى = huruf, karena berarti “ke”
الْمَسْجِدِ = isim, karena berarti “masjid itu”
Dengan mengetahui jenis kata, kita mulai memahami rangka kalimat.
Kalimat itu seperti kereta. Ada lokomotif, gerbong, dan penghubung. Jika kita tahu bagian-bagiannya, kita lebih mudah membaca perjalanan maknanya.
Ringkasan Bab 2
Dalam bab ini, kita belajar bahwa kata dalam bahasa Arab disebut kalimah.
Kata Arab dalam pelajaran nahwu dibagi menjadi tiga jenis utama:
-
Isim
Kata yang menunjukkan nama, benda, orang, tempat, hewan, sifat, atau sesuatu yang dibicarakan.
Contoh: كِتَابٌ “buku”, وَلَدٌ “anak laki-laki”, كَبِيرٌ “besar”. -
Fi’il
Kata kerja yang menunjukkan perbuatan atau kejadian.
Contoh: كَتَبَ “telah menulis”, قَرَأَ “telah membaca”, جَلَسَ “telah duduk”. -
Huruf
Kata kecil yang membantu atau menghubungkan makna kata lain.
Contoh: فِي “di”, مِنْ “dari”, إِلَى “ke”, وَ “dan”.
Kunci sederhana untuk mengingat:
Isim menjawab “apa?” atau “siapa?”
Fi’il menjawab “melakukan apa?”
Huruf membantu menghubungkan makna.
Pada bab berikutnya, kita akan mengenal isim lebih dekat. Kita akan belajar tentang isim laki-laki dan perempuan, satu dan banyak, serta alif-lam pada kata Arab.
Pelan-pelan, kamu sedang membangun dasar nahwu sharaf yang kuat.
References
Ryding, Karin C. (2005). A Reference Grammar of Modern Standard Arabic. Cambridge University Press.
Wright, William. (1896). A Grammar of the Arabic Language. 3rd ed., revised by W. Robertson Smith and M. J. de Goeje. Cambridge University Press.