Author @mujirin Verifier - Public
Back to 1 Verify Mark as read Debunk me Download PDF Locked

Pendahuluan

Belajar grammar untuk TOEFL sering terasa seperti memasuki ruangan penuh aturan: tenses, subject–verb agreement, relative clause, gerund, infinitive, parallel structure, dan banyak istilah lain yang tampak berdiri sendiri. Banyak pembelajar lalu mencoba menghafal daftar aturan sebanyak mungkin. Cara ini kadang membantu untuk soal yang sederhana, tetapi cepat melelahkan ketika kalimat menjadi panjang dan pilihan jawaban tampak sama-sama benar.

Buku ini mengambil arah yang berbeda. Kita akan belajar grammar sebagai cara membaca struktur kalimat, bukan sekadar sebagai kumpulan larangan. Grammar, dalam pengertian dasar, adalah sistem yang mengatur bagaimana kata disusun menjadi frasa, klausa, dan kalimat yang bermakna. Misalnya, kata-kata berikut belum menjadi kalimat bahasa Inggris yang baik:

The professor in the laboratory conducting an experiment.

Sekilas kalimat ini tampak akademik. Ada the professor, ada laboratory, ada conducting, dan ada experiment. Namun jika kita mencari inti kalimatnya, muncul masalah: siapa melakukan apa? Kata conducting di sini belum berfungsi sebagai kata kerja utama yang lengkap. Kalimat itu membutuhkan verb utama, misalnya:

The professor in the laboratory is conducting an experiment.

Dengan menambahkan is, kalimat memiliki struktur inti yang jelas:

Subject: The professor in the laboratory
Verb: is conducting
Object: an experiment

Inilah kebiasaan utama yang akan dilatih dalam buku ini: melihat kerangka kalimat sebelum terganggu oleh detail.

Dalam konteks TOEFL, kemampuan ini sangat penting. Pada TOEFL ITP, bagian Structure and Written Expression secara khusus menguji kemampuan mengenali struktur kalimat bahasa Inggris yang sesuai dengan standar akademik tertulis; bagian ini terdiri dari soal melengkapi struktur kalimat dan soal mengenali bagian yang salah dalam kalimat (Educational Testing Service, n.d.). Pada TOEFL iBT modern, tidak ada bagian grammar terpisah seperti pada TOEFL ITP, tetapi grammar tetap berpengaruh dalam kemampuan menulis dan berbicara secara jelas, akurat, dan akademik. Karena itu, belajar grammar bukan hanya berguna untuk menjawab soal pilihan ganda, tetapi juga untuk membangun kemampuan bahasa Inggris akademik secara umum.

Namun buku ini akan memusatkan perhatian pada kebutuhan yang paling langsung: bagaimana menghadapi soal grammar TOEFL secara terarah.

Mengapa grammar TOEFL terasa sulit?

Grammar TOEFL terasa sulit bukan hanya karena aturannya banyak. Kesulitan terbesar sering muncul karena soal TOEFL menampilkan kalimat yang panjang, formal, dan padat informasi. Kalimat akademik jarang berbentuk sangat pendek seperti:

The student reads the article.

Kalimat dalam soal bisa menjadi seperti ini:

The student who was selected for the international research program reads the article carefully before the seminar begins.

Jika kita belum terbiasa, mata kita mudah tersesat di tengah kalimat. Padahal struktur intinya masih sederhana:

The student reads the article.

Bagian who was selected for the international research program hanya memberi informasi tambahan tentang the student. Bagian carefully menjelaskan cara membaca. Bagian before the seminar begins menjelaskan waktu. Semua bagian tambahan itu penting untuk makna, tetapi bukan inti subject–verb–object.

Dalam buku ini, kita akan sering memakai istilah struktur inti. Struktur inti adalah bagian paling dasar yang membuat sebuah kalimat menjadi lengkap. Dalam banyak kalimat bahasa Inggris, struktur inti minimal membutuhkan subject dan verb. Subject adalah pelaku, topik, atau hal yang dibicarakan. Verb adalah kata kerja atau unsur predikat yang menyatakan tindakan, keadaan, atau hubungan.

Contoh:

Birds migrate.

Struktur intinya adalah:

Subject: Birds
Verb: migrate

Kalimat ini lengkap walaupun pendek. Bandingkan dengan:

Because birds migrate.

Kalimat ini belum lengkap sebagai kalimat mandiri. Kata because membuat bagian itu bergantung pada informasi lain. Kita masih menunggu kelanjutannya:

Because birds migrate, scientists can study seasonal patterns.

Di sini, bagian because birds migrate menjadi klausa keterangan sebab, sedangkan kalimat utama adalah:

scientists can study seasonal patterns.

Pemahaman seperti ini akan sangat berguna ketika menghadapi soal TOEFL yang memancing pembaca untuk memilih jawaban berdasarkan “rasa bahasa” saja. Rasa bahasa memang dapat membantu, tetapi untuk tes, kita memerlukan alasan yang lebih stabil: fungsi kata dalam kalimat.

Grammar bukan sekadar benar atau salah

Dalam belajar grammar, kita perlu berhati-hati dengan anggapan bahwa grammar hanyalah daftar “benar” dan “salah”. Pada tingkat akademik, grammar lebih tepat dipahami sebagai hubungan antara bentuk, fungsi, dan makna. Pendekatan ini sejalan dengan cara banyak ahli tata bahasa Inggris menjelaskan grammar: bentuk bahasa tidak berdiri sendiri, tetapi digunakan untuk menjalankan fungsi tertentu dalam komunikasi (Celce-Murcia & Larsen-Freeman, 1999).

Perhatikan tiga kalimat berikut:

  1. The researcher analyzes the data.
  2. The data are analyzed by the researcher.
  3. Analyzing the data requires patience.

Ketiganya berhubungan dengan kegiatan analyze the data, tetapi bentuk dan fungsinya berbeda.

Pada kalimat pertama:

The researcher analyzes the data.

Fokusnya adalah pelaku: the researcher. Ini bentuk aktif.

Pada kalimat kedua:

The data are analyzed by the researcher.

Fokusnya berpindah ke objek atau hasil: the data. Ini bentuk pasif.

Pada kalimat ketiga:

Analyzing the data requires patience.

Kegiatan analyzing the data dipakai sebagai subject. Bentuk analyzing di sini adalah gerund, yaitu bentuk -ing dari verb yang berfungsi seperti noun.

Jika kita hanya menghafal bahwa analyze adalah verb, kita mungkin bingung melihat analyzing di posisi subject. Tetapi jika kita memahami fungsi, kalimat ketiga menjadi masuk akal: seluruh frasa Analyzing the data berfungsi sebagai “hal” yang membutuhkan kesabaran.

Inilah arah buku ini. Kita tidak hanya bertanya, “Aturannya apa?” tetapi juga:

Kata ini berada di posisi apa?
Fungsinya sebagai apa?
Apakah bentuknya sesuai dengan fungsi itu?
Apakah kalimatnya sudah memiliki subject dan verb utama?
Apakah ada connector yang membuat klausa menjadi bergantung?
Apakah bentuk-bentuk yang disejajarkan benar-benar paralel?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi alat berpikir ketika kita membaca soal.

TOEFL menguji ketelitian struktur, bukan hafalan acak

Tes bahasa yang baik tidak hanya menanyakan pengetahuan terpisah, tetapi mencoba melihat bagaimana seseorang menggunakan kemampuan bahasa dalam tugas tertentu. Dalam teori penilaian bahasa, kemampuan berbahasa mencakup berbagai komponen, termasuk pengetahuan gramatikal, pengetahuan teks, dan kemampuan menggunakan bahasa sesuai konteks (Bachman & Palmer, 1996). Dalam soal grammar TOEFL, konteksnya adalah kalimat akademik tertulis.

Artinya, Anda tidak perlu mengetahui seluruh teori linguistik untuk menjawab soal TOEFL. Anda juga tidak perlu menjadi ahli tata bahasa. Tetapi Anda perlu menguasai pola-pola yang sering diuji dan dapat mengenali gangguan yang sengaja dibuat dalam soal.

Misalnya, perhatikan kalimat berikut:

The results of the experiment was surprising.

Jika dibaca cepat, kalimat ini mungkin terasa wajar karena kata yang dekat dengan verb adalah experiment, yang singular. Tetapi subject inti kalimat adalah results, bukan experiment. Frasa of the experiment hanya menjelaskan results. Karena results plural, verb yang benar adalah were:

The results of the experiment were surprising.

Ini contoh klasik subject–verb agreement, yaitu kesesuaian antara subject dan verb. Jika subject plural, bentuk verb tertentu juga harus plural. Jika subject singular, verb harus menyesuaikan. Dalam simple present, misalnya:

The result is important.
The results are important.

Aturan ini tampak sederhana, tetapi TOEFL sering membuatnya sulit dengan menyisipkan frasa panjang di antara subject dan verb:

The results of the experiment conducted by several graduate students in the biology department were surprising.

Struktur intinya tetap:

The results were surprising.

Buku ini akan melatih Anda untuk menemukan inti seperti itu dengan cepat.

Tiga kebiasaan membaca yang akan kita bangun

Sejak awal, mari kita tetapkan tiga kebiasaan membaca yang akan digunakan sepanjang buku.

Kebiasaan pertama adalah mencari subject dan verb utama. Jangan langsung terpaku pada kata yang sulit. Dalam banyak soal, kata sulit tidak menentukan jawaban. Yang menentukan justru hubungan dasar: apakah subject punya verb? apakah verb sesuai dengan subject? apakah ada dua verb tanpa connector?

Contoh:

The discovery of new planets beyond the solar system have changed astronomy.

Kata-kata seperti discovery, planets, solar system, dan astronomy mungkin membuat kalimat terasa berat. Tetapi subject intinya adalah The discovery, singular. Maka verb yang benar adalah has changed, bukan have changed:

The discovery of new planets beyond the solar system has changed astronomy.

Kebiasaan kedua adalah membedakan klausa dan frasa. Klausa adalah kelompok kata yang memiliki subject dan verb. Frasa adalah kelompok kata yang tidak memiliki pasangan subject–verb lengkap. Misalnya:

after the lecture

Ini frasa preposisional, bukan klausa, karena tidak ada subject dan verb.

after the lecture ended

Ini klausa, karena ada subject the lecture dan verb ended.

Perbedaan ini penting karena soal TOEFL sering menguji apakah sebuah kalimat sudah lengkap atau hanya berupa fragment. Fragment adalah bagian kalimat yang tampak seperti kalimat, tetapi belum lengkap sebagai kalimat mandiri.

Contoh fragment:

Although the lecture was difficult.

Bagian ini memiliki subject dan verb, tetapi kata although membuatnya bergantung pada klausa lain. Bentuk lengkapnya:

Although the lecture was difficult, the students understood the main idea.

Kebiasaan ketiga adalah mengenali fungsi kata berdasarkan posisi. Dalam bahasa Inggris, satu keluarga kata dapat memiliki beberapa bentuk:

analyze — verb
analysis — noun
analytical — adjective
analytically — adverb

Dalam soal, pilihan jawaban mungkin menguji bentuk kata yang tepat.

Contoh:

The scientist gave a careful ______ of the data.

Pilihan yang benar adalah:

analysis

Mengapa? Karena setelah article a dan adjective careful, kita membutuhkan noun:

The scientist gave a careful analysis of the data.

Jika kita memilih analyze, kalimat menjadi salah karena analyze adalah verb dan tidak cocok di posisi itu:

The scientist gave a careful analyze of the data.

Dalam buku ini, kita akan belajar membaca posisi seperti ini secara sistematis.

Apa yang akan Anda kuasai setelah membaca buku ini?

Setelah menyelesaikan buku ini, tujuan utamanya bukan agar Anda menghafal semua istilah grammar. Tujuan yang lebih penting adalah agar Anda dapat membaca kalimat TOEFL dengan tenang dan tahu apa yang harus diperiksa.

Pada Bab 1, kita akan memetakan bentuk soal grammar TOEFL, terutama Structure dan Written Expression. Anda akan belajar membedakan soal yang meminta pelengkap struktur dari soal yang meminta identifikasi kesalahan.

Pada Bab 2, kita membangun fondasi: subject, verb, object, complement, modifier, clause, dan phrase. Bab ini sangat penting karena semua bab berikutnya bergantung pada kemampuan melihat kerangka kalimat.

Pada Bab 3, kita masuk ke subject–verb agreement dan bentuk kata kerja. Kita akan membahas singular–plural, tense dasar, auxiliary, modal, dan kesalahan verb form yang sering muncul.

Pada Bab 4, fokus berpindah ke noun, pronoun, article, determiner, dan parallel form. Anda akan belajar mengapa information tidak diperlakukan seperti informations, mengapa pronoun harus punya acuan yang jelas, dan mengapa struktur paralel membuat kalimat lebih rapi.

Pada Bab 5, kita membedakan adjective dan adverb, lalu mempelajari comparison dan word form. Ini membantu Anda menjawab soal yang menguji apakah sebuah kata harus berbentuk noun, verb, adjective, atau adverb.

Pada Bab 6, kita membahas gerund, infinitive, participle, dan reduced clause. Bagian ini sering menjadi jebakan karena bentuk -ing atau -ed dapat memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Pada Bab 7, kita mempelajari clause kompleks: noun clause, adjective clause, dan adverb clause. Anda akan belajar menggunakan connector dengan tepat dan menghindari fragment, run-on sentence, serta connector ganda.

Pada Bab 8, kita masuk ke struktur akademik lanjutan seperti inversion, passive voice, causative, conditional, dan appositive. Struktur ini sering muncul dalam kalimat formal dan dapat membuat soal terlihat lebih sulit daripada sebenarnya.

Pada Bab 9, semua konsep digabungkan menjadi strategi error recognition dan latihan simulasi. Di sini, fokus kita bukan lagi mempelajari topik secara terpisah, tetapi memakai seluruh alat yang sudah dibangun untuk menjawab soal secara cepat, akurat, dan sadar alasan.

Cara berpikir saat menghadapi soal

Sebelum masuk ke bab-bab teknis, simpan satu prinsip besar:

Jangan bertanya terlebih dahulu, “Kata ini artinya apa?”
Tanyakan dulu, “Kata ini fungsinya apa dalam kalimat?”

Makna tetap penting. Tetapi dalam soal grammar, fungsi sering lebih menentukan. Anda bisa saja tidak mengetahui arti semua kata dalam kalimat, tetapi tetap dapat menjawab jika struktur kalimatnya terlihat jelas.

Misalnya:

The committee’s decision, which was announced after the meeting, ______ strong reactions from the public.

Mungkin Anda tidak memahami semua nuansa kata dalam kalimat. Tetapi Anda dapat melihat bahwa subject intinya adalah The committee’s decision, singular. Bagian which was announced after the meeting hanyalah adjective clause yang menjelaskan decision. Maka pilihan verb harus sesuai dengan subject singular, misalnya:

The committee’s decision, which was announced after the meeting, caused strong reactions from the public.

Jika pilihan yang tersedia adalah cause, causing, caused, dan to cause, kita memilih caused karena kalimat membutuhkan verb utama dalam bentuk finite. Finite verb adalah verb yang ditandai oleh tense atau kesesuaian dengan subject, seperti causes, caused, is, were, atau has. Bentuk seperti causing dan to cause tidak dapat sendirian menjadi verb utama dalam struktur itu.

Dengan cara berpikir ini, grammar menjadi lebih terarah. Anda tidak lagi membaca kalimat sebagai deretan kata panjang, tetapi sebagai bangunan yang memiliki rangka.

Sikap belajar yang disarankan

Belajar grammar TOEFL membutuhkan dua hal: pemahaman konsep dan latihan pengenalan pola. Pemahaman konsep membuat Anda tahu alasan suatu jawaban benar. Latihan pengenalan pola membuat Anda dapat menemukan alasan itu dengan cepat saat tes.

Jangan khawatir jika pada awalnya Anda lambat. Kecepatan dalam grammar biasanya muncul setelah struktur yang sama dilihat berkali-kali. Saat membaca contoh, biasakan menandai:

subject utama,
verb utama,
connector,
frasa tambahan,
pilihan kata yang bentuknya diuji.

Jika salah menjawab latihan, jangan hanya mencatat jawaban benar. Tanyakan:

Saya terkecoh oleh apa?
Apakah saya salah menemukan subject?
Apakah saya mengira frasa sebagai klausa?
Apakah saya melewatkan connector?
Apakah saya memilih berdasarkan arti, padahal yang diuji adalah bentuk?

Kesalahan yang dianalisis dengan baik akan menjadi bahan belajar yang sangat kuat.

Buku ini akan berjalan perlahan dari fondasi menuju strategi. Kita akan mulai dari kalimat sederhana, lalu bergerak ke kalimat akademik yang lebih panjang. Kita akan memberi nama pada pola-pola yang sering muncul, tetapi istilah tidak akan dibiarkan kosong. Setiap istilah penting akan dijelaskan dari dasar dan diberi contoh.

Tujuan akhirnya sederhana: ketika menghadapi soal grammar TOEFL, Anda tidak panik, tidak menebak secara buta, dan tidak terjebak oleh kata-kata yang tampak rumit. Anda membaca kalimat, menemukan strukturnya, memeriksa hubungan antarbagian, lalu memilih jawaban dengan alasan yang jelas.

Mari kita mulai dengan peta besar soal grammar TOEFL dan cara membaca tuntutan soal.

References

Bachman, L. F., & Palmer, A. S. (1996). Language Testing in Practice: Designing and Developing Useful Language Tests. Oxford University Press.

Celce-Murcia, M., & Larsen-Freeman, D. (1999). The Grammar Book: An ESL/EFL Teacher’s Course (2nd ed.). Heinle & Heinle.

Educational Testing Service. (n.d.). TOEFL ITP® Assessment Series: Test Taker Handbook. Educational Testing Service.

τ TheoryTrace