Author @mujirin Verifier - Public
Back to 1 Verify Mark as read Debunk me Download PDF Locked

Bab 5: Dasar Sharaf: Perubahan Bentuk Kata

Pada Bab 4, kita sudah mengenal fi’il, yaitu kata kerja.

Kita belajar:

كَتَبَ
kataba
ia telah menulis

يَكْتُبُ
yaktubu
ia sedang/akan menulis

اُكْتُبْ
uktub
tulislah!

Sekarang kita akan bertanya:

“Mengapa kata-kata itu mirip?”
“Apakah ada hubungan antara كَتَبَ, يَكْتُبُ, dan كَاتِبٌ?”
“Mengapa ada huruf yang sama berulang-ulang?”

Nah, di sinilah kita mulai belajar sharaf.

Sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab. Jika nahwu banyak memperhatikan susunan kata di dalam kalimat, maka sharaf memperhatikan bentuk kata itu sendiri: huruf dasarnya, harakatnya, tambahan hurufnya, dan makna baru yang muncul dari perubahan bentuk itu. Dalam kajian tata bahasa Arab, sistem perubahan kata banyak dijelaskan melalui hubungan antara akar kata dan pola kata (Wright, 1896; Ryding, 2005).

Tenang, kita akan memulainya seperti bermain cetakan kue.


1. Kata Arab Bisa Punya Keluarga

Bayangkan ada satu keluarga.

Ada ayah, ibu, kakak, adik. Mereka berbeda orang, tetapi masih satu keluarga.

Dalam bahasa Arab, banyak kata juga seperti itu. Bentuknya berbeda, tetapi huruf-huruf dasarnya sama.

Perhatikan contoh berikut.

كَتَبَ
kataba
ia telah menulis

يَكْتُبُ
yaktubu
ia sedang/akan menulis

كَاتِبٌ
kātibun
seorang penulis

كِتَابٌ
kitābun
sebuah buku

Kata-kata itu berbeda arti, tetapi semuanya berhubungan dengan kegiatan menulis.

Coba lihat huruf yang sering muncul:

ك — kāf
ت — tā’
ب — bā’

Tiga huruf itu adalah:

ك ت ب

Tiga huruf ini membawa makna dasar tentang menulis.

Dalam bahasa Arab, huruf-huruf dasar seperti ini disebut akar kata. Istilah Arabnya adalah:

جَذْرٌ
jadzrun
akar

Banyak kata Arab dibangun dari akar kata, dan akar yang terdiri dari tiga huruf sangat umum dalam bahasa Arab (Wright, 1896; Ryding, 2005).

Jadi, ketika kita melihat:

كَتَبَ
يَكْتُبُ
كَاتِبٌ
كِتَابٌ

kita boleh berkata:

“Wah, ini satu keluarga kata. Akar katanya ك ت ب.”


2. Akar Kata Itu Seperti Benih

Akar kata dapat kita bayangkan seperti benih tanaman.

Dari satu benih, bisa tumbuh batang, daun, bunga, dan buah.

Dari satu akar kata, bisa lahir beberapa kata.

Contoh dari akar:

ف ت ح

Akar ini berhubungan dengan makna membuka.

Dari akar itu, kita bisa mendapat:

فَتَحَ
fataḥa
ia telah membuka

يَفْتَحُ
yaftaḥu
ia sedang/akan membuka

فَاتِحٌ
fātiḥun
pembuka / orang yang membuka

Lihat huruf dasarnya:

ف
ت
ح

Huruf-huruf itu tetap muncul.

Yang berubah adalah harakat dan kadang ada huruf tambahan, seperti يـ di awal kata يَفْتَحُ atau ا panjang pada فَاتِحٌ.

Itulah salah satu hal yang dipelajari dalam sharaf.


3. Pola Kata: Cetakan untuk Akar Kata

Sekarang bayangkan kamu punya cetakan kue.

Kalau adonan dimasukkan ke cetakan bintang, jadilah kue bintang.
Kalau adonan dimasukkan ke cetakan bulan, jadilah kue bulan.

Dalam sharaf, akar kata seperti adonan.
Pola kata seperti cetakan.

Istilah Arab untuk pola adalah:

وَزْنٌ
waznun
timbangan / pola

Para ahli tata bahasa Arab sering memakai huruf:

ف ع ل

sebagai huruf contoh untuk menimbang bentuk kata. Huruf ف, ع, dan ل dipakai sebagai tempat bagi huruf pertama, kedua, dan ketiga dari akar kata (Wright, 1896).

Perhatikan:

  • ف adalah tempat huruf pertama.
  • ع adalah tempat huruf kedua.
  • ل adalah tempat huruf ketiga.

Misalnya akar kata:

ذ ه ب

Akar ini berhubungan dengan makna pergi.

Jika akar ذ ه ب dimasukkan ke pola:

فَعَلَ

maka jadilah:

ذَهَبَ
dzahaba
ia telah pergi

Mengapa?

Karena:

  • tempat ف diisi ذ
  • tempat ع diisi ه
  • tempat ل diisi ب

Maka:

فَعَلَذَهَبَ

Seru, ya? Seperti mengganti huruf contoh dengan huruf asli.


4. Pola Pertama: فَعَلَ

Pola pertama yang kita kenal adalah:

فَعَلَ
fa‘ala

Pola ini sering dipakai untuk bentuk fi’il māḍī, yaitu kata kerja yang menunjukkan perbuatan yang sudah terjadi. Pada fi’il sederhana yang terdiri dari tiga huruf dasar, bentuk lampau sering diajarkan dengan pola seperti فَعَلَ, meskipun dalam bahasa Arab ada juga bentuk-bentuk lain yang akan dipelajari nanti (Wright, 1896; Ryding, 2005).

Mari lihat contoh mudah.

Akar Kata Pola Hasil Kata Bacaan Arti
ف ت ح فَعَلَ فَتَحَ fataḥa ia telah membuka
ذ ه ب فَعَلَ ذَهَبَ dzahaba ia telah pergi
ص ن ع فَعَلَ صَنَعَ ṣana‘a ia telah membuat

Coba baca pelan-pelan:

فَتَحَ
fa-ta-ḥa

ذَهَبَ
dza-ha-ba

صَنَعَ
ṣa-na-‘a

Setiap kata di atas adalah fi’il māḍī.

Artinya, perbuatannya sudah terjadi.

Contoh dalam kalimat pendek:

ذَهَبَ وَلَدٌ
dzahaba waladun
Seorang anak laki-laki telah pergi.

فَتَحَ أَبٌ بَابًا
fataḥa abun bāban
Seorang ayah telah membuka pintu.

Kita belum perlu membahas tanda akhir kata secara panjang. Nanti, pada Bab 8, kita akan belajar tanda akhir kata seperti dhammah, fathah, dan kasrah dengan lebih pelan.


5. Pola Kedua: يَفْعَلُ

Sekarang kita lihat pola kedua:

يَفْعَلُ
yaf‘alu

Pola ini dapat dipakai untuk sebagian fi’il muḍāri‘, yaitu kata kerja yang menunjukkan perbuatan yang sedang terjadi atau akan terjadi. Dalam bahasa Arab, fi’il muḍāri‘ dari kata kerja tiga huruf tidak selalu sama harakat tengahnya; ada yang seperti يَفْعَلُ, ada yang memakai pola lain seperti يَفْعِلُ atau يَفْعُلُ. Pada bab ini kita memilih contoh yang mudah dahulu (Wright, 1896; Ryding, 2005).

Perhatikan contoh berikut.

Akar Kata Pola Hasil Kata Bacaan Arti
ف ت ح يَفْعَلُ يَفْتَحُ yaftaḥu ia sedang/akan membuka
ذ ه ب يَفْعَلُ يَذْهَبُ yadzhabu ia sedang/akan pergi
ص ن ع يَفْعَلُ يَصْنَعُ yaṣna‘u ia sedang/akan membuat

Mari bandingkan bentuk lampau dan bentuk sedang/akan.

Lampau Sedang/Akan Arti Dasar
فَتَحَ يَفْتَحُ membuka
ذَهَبَ يَذْهَبُ pergi
صَنَعَ يَصْنَعُ membuat

Coba rasakan bedanya.

فَتَحَ
ia telah membuka

يَفْتَحُ
ia sedang/akan membuka

ذَهَبَ
ia telah pergi

يَذْهَبُ
ia sedang/akan pergi

Jadi, perubahan bentuk kata dapat memberi petunjuk tentang waktu perbuatan.


6. Pola Ketiga: فَاعِلٌ

Sekarang kita masuk ke pola yang sangat menyenangkan.

Pola ini adalah:

فَاعِلٌ
fā‘ilun

Pola فَاعِلٌ dapat membentuk ism fā‘il dari banyak kata kerja tiga huruf yang sederhana dan teratur. Ism fā‘il adalah isim yang menunjukkan pelaku perbuatan, misalnya “penulis” adalah orang yang menulis, dan “pembuka” adalah orang yang membuka (Wright, 1896; Ryding, 2005).

Ingat, ism fā‘il adalah isim, bukan fi’il.

Fi’il menunjukkan perbuatan.
Ism fā‘il menunjukkan orang atau sesuatu yang melakukan perbuatan.

Contoh:

كَتَبَ
kataba
ia telah menulis

كَاتِبٌ
kātibun
seorang penulis

Kata كَاتِبٌ bukan berarti “ia menulis”.
Kata كَاتِبٌ berarti “orang yang menulis” atau “penulis”.

Perhatikan contoh lain.

Akar Kata Pola Hasil Kata Bacaan Arti
ف ت ح فَاعِلٌ فَاتِحٌ fātiḥun pembuka / orang yang membuka
ذ ه ب فَاعِلٌ ذَاهِبٌ dzāhibun orang yang pergi
ص ن ع فَاعِلٌ صَانِعٌ ṣāni‘un pembuat / orang yang membuat
ك ت ب فَاعِلٌ كَاتِبٌ kātibun penulis / orang yang menulis

Lihat huruf ا setelah huruf pertama.

Pada pola:

فَاعِلٌ

ada bunyi panjang ā setelah huruf pertama.

Maka:

ك ت بكَاتِبٌ
ف ت حفَاتِحٌ
ص ن عصَانِعٌ


7. Fi’il dan Ism Fā‘il Itu Berbeda

Mari kita bandingkan dengan hati-hati.

كَتَبَ
kataba
ia telah menulis

Ini adalah fi’il.

Sekarang:

كَاتِبٌ
kātibun
seorang penulis

Ini adalah isim, tepatnya ism fā‘il.

Perhatikan contoh lain:

فَتَحَ
fataḥa
ia telah membuka

Ini fi’il.

فَاتِحٌ
fātiḥun
pembuka / orang yang membuka

Ini isim.

Contoh lagi:

ذَهَبَ
dzahaba
ia telah pergi

Ini fi’il.

ذَاهِبٌ
dzāhibun
orang yang pergi

Ini isim.

Jadi, jangan hanya melihat huruf dasarnya.
Kita juga harus melihat bentuknya.

Huruf dasarnya bisa sama, tetapi jenis katanya dapat berbeda.


8. Keluarga Kata Kecil

Sekarang kita buat keluarga kata kecil dari akar:

ف ت ح

Akar ini berhubungan dengan makna membuka.

Bentuk Bacaan Jenis Arti
فَتَحَ fataḥa fi’il māḍī ia telah membuka
يَفْتَحُ yaftaḥu fi’il muḍāri‘ ia sedang/akan membuka
فَاتِحٌ fātiḥun ism fā‘il pembuka / orang yang membuka

Sekarang dari akar:

ذ ه ب

Bentuk Bacaan Jenis Arti
ذَهَبَ dzahaba fi’il māḍī ia telah pergi
يَذْهَبُ yadzhabu fi’il muḍāri‘ ia sedang/akan pergi
ذَاهِبٌ dzāhibun ism fā‘il orang yang pergi

Sekarang dari akar:

ص ن ع

Bentuk Bacaan Jenis Arti
صَنَعَ ṣana‘a fi’il māḍī ia telah membuat
يَصْنَعُ yaṣna‘u fi’il muḍāri‘ ia sedang/akan membuat
صَانِعٌ ṣāni‘un ism fā‘il pembuat / orang yang membuat

Kita sudah mulai melihat rahasia sharaf:

Satu akar kata dapat masuk ke beberapa pola.
Setiap pola memberi bentuk dan makna yang berbeda.


9. Hati-Hati: Tidak Semua Kata Semudah Ini

Bahasa Arab itu indah dan kaya.

Pada bab ini, kita memakai contoh yang mudah dan teratur. Tetapi dalam bahasa Arab, tidak semua kata berubah dengan cara yang sama. Ada kata yang hurufnya kuat dan mudah, ada juga yang memiliki huruf khusus seperti و, ي, atau hamzah ء, sehingga bentuknya bisa berubah dengan aturan tambahan. Tata bahasa Arab menjelaskan berbagai jenis perubahan ini secara rinci (Wright, 1896; Ryding, 2005).

Namun, untuk sekarang, cukup ingat tiga hal:

  1. Banyak kata Arab punya akar kata.
  2. Akar kata bisa masuk ke pola.
  3. Pola yang berbeda dapat menghasilkan makna yang berbeda.

Kita tidak perlu terburu-buru.

Belajar sharaf itu seperti mengenal keluarga besar. Hari ini kita baru berkenalan dengan beberapa anggota keluarga.


10. Latihan Ringan

Ambil pensilmu. Kita latihan pelan-pelan.

Latihan 1: Temukan Akar Kata

Perhatikan kata-kata berikut. Cari tiga huruf dasarnya.

Contoh:

فَتَحَ
akar katanya: ف ت ح

Sekarang coba.

  1. ذَهَبَ
  2. صَنَعَ
  3. كَاتِبٌ
  4. يَفْتَحُ
  5. صَانِعٌ

Tuliskan tiga huruf dasarnya.


Latihan 2: Pasangkan Bentuk dan Arti

Pasangkan kata Arab dengan artinya.

Kata Arab Arti
فَتَحَ a. seorang penulis
يَذْهَبُ b. ia telah membuka
كَاتِبٌ c. ia sedang/akan pergi
صَانِعٌ d. pembuat

Jawablah dengan memasangkan hurufnya.


Latihan 3: Isi Pola

Akar kata:

ذ ه ب

Masukkan ke pola berikut.

  1. فَعَلَ menjadi: ____
  2. يَفْعَلُ menjadi: ____
  3. فَاعِلٌ menjadi: ____

Petunjuk:

  • ف diganti ذ
  • ع diganti ه
  • ل diganti ب

Latihan 4: Bedakan Fi’il dan Isim

Tentukan apakah kata berikut termasuk fi’il atau isim.

  1. فَتَحَ
  2. فَاتِحٌ
  3. يَصْنَعُ
  4. كَاتِبٌ
  5. ذَهَبَ

Ingat:

  • Jika menunjukkan perbuatan, mungkin itu fi’il.
  • Jika menunjukkan pelaku atau nama, mungkin itu isim.

11. Cek Jawaban

Sekarang kita periksa bersama.

Jawaban Latihan 1

  1. ذَهَبَذ ه ب
  2. صَنَعَص ن ع
  3. كَاتِبٌك ت ب
  4. يَفْتَحُف ت ح
  5. صَانِعٌص ن ع

Jawaban Latihan 2

  • فَتَحَ → b. ia telah membuka
  • يَذْهَبُ → c. ia sedang/akan pergi
  • كَاتِبٌ → a. seorang penulis
  • صَانِعٌ → d. pembuat

Jawaban Latihan 3

  1. فَعَلَذَهَبَ
  2. يَفْعَلُيَذْهَبُ
  3. فَاعِلٌذَاهِبٌ

Jawaban Latihan 4

  1. فَتَحَ → fi’il
  2. فَاتِحٌ → isim
  3. يَصْنَعُ → fi’il
  4. كَاتِبٌ → isim
  5. ذَهَبَ → fi’il

Bagus sekali.

Kalau masih ada yang salah, tidak apa-apa. Ulangi lagi dengan suara pelan. Sharaf perlu sering dilihat, dibaca, dan dicoba.


12. Ringkasan Bab 5

Pada bab ini, kita belajar dasar sharaf.

Kita sudah mengenal:

Sharaf
ilmu tentang perubahan bentuk kata.

Akar kata
huruf-huruf dasar yang membawa makna utama.

Contoh:

ك ت ب
berhubungan dengan menulis.

Pola atau wazan
cetakan untuk membentuk kata.

Contoh:

فَعَلَ
يَفْعَلُ
فَاعِلٌ

Kita juga belajar:

فَعَلَ
sering menjadi bentuk fi’il māḍī pada contoh mudah.

يَفْعَلُ
dapat menjadi bentuk fi’il muḍāri‘ pada contoh tertentu.

فَاعِلٌ
dapat menjadi ism fā‘il, yaitu isim yang menunjukkan pelaku.

Contoh keluarga kata:

فَتَحَ
ia telah membuka

يَفْتَحُ
ia sedang/akan membuka

فَاتِحٌ
pembuka / orang yang membuka

Pada bab berikutnya, kita akan mulai menyusun kalimat yang diawali dengan isim. Kita akan mengenal mubtada dan khabar dalam kalimat ismiyah.

Pelan-pelan, kata-kata Arab akan mulai tersusun menjadi kalimat yang indah.

References

Ryding, K. C. (2005). A Reference Grammar of Modern Standard Arabic. Cambridge University Press.

Wright, W. (1896). A Grammar of the Arabic Language (3rd ed., revised by W. Robertson Smith & M. J. de Goeje). Cambridge University Press.

τ TheoryTrace