Penutup
Jika Anda sampai di bagian ini, Anda telah melewati inti perjalanan buku: dari membaca bentuk soal grammar TOEFL, membongkar kerangka kalimat, mengenali kesesuaian subjek dan kata kerja, sampai menghadapi struktur yang lebih panjang seperti reduced clause, inversion, passive voice, dan error recognition. Tujuan akhirnya bukan membuat Anda menghafal semua istilah grammar, melainkan membuat Anda mampu membaca kalimat akademik dengan mata yang lebih terlatih.
Grammar TOEFL, terutama pada format yang memiliki bagian Structure and Written Expression seperti TOEFL ITP, menuntut ketelitian terhadap struktur kalimat tertulis. Sementara itu, format TOEFL iBT modern memiliki susunan bagian yang berbeda, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing, sehingga sebelum tes Anda perlu memastikan jenis TOEFL yang akan diambil melalui informasi resmi lembaga penyelenggara atau ETS (Educational Testing Service, n.d.-a; Educational Testing Service, n.d.-b). Dengan kata lain, strategi belajar selalu harus mengikuti format tes yang sebenarnya.
Namun apa pun formatnya, fondasi yang Anda bangun di buku ini tetap berguna: kemampuan melihat hubungan antara kata, frasa, klausa, dan makna.
Inti Besar yang Perlu Dibawa
Pelajaran terpenting dari buku ini dapat diringkas dalam satu kebiasaan:
Jangan membaca kalimat hanya dari kiri ke kanan; bacalah kalimat dengan mencari kerangka intinya.
Kerangka inti adalah bagian minimum yang membuat kalimat berdiri sebagai kalimat lengkap. Dalam bahasa Inggris akademik, kerangka ini biasanya melibatkan subject dan finite verb. Finite verb adalah kata kerja yang sudah menunjukkan hubungan dengan subjek dan waktu atau modalitas, misalnya is, was, has developed, can explain, atau requires.
Perhatikan contoh berikut:
The scientist working on the new climate model ___ the results yesterday.
Sekilas, kalimat ini panjang karena ada informasi tambahan:
working on the new climate model
Bagian itu menjelaskan the scientist, tetapi bukan kata kerja utama. Kerangka kalimatnya adalah:
The scientist ___ the results yesterday.
Karena subjeknya tunggal, jawaban yang tepat harus berupa kata kerja utama yang sesuai, misalnya:
The scientist working on the new climate model presented the results yesterday.
Jika pilihan jawabannya adalah presenting, to present, presentation, dan presented, maka hanya presented yang dapat menjadi finite verb utama dalam kalimat tersebut.
Inilah cara berpikir yang terus muncul dari Bab 1 sampai Bab 9: temukan inti, pisahkan tambahan, lalu periksa hubungan antarbagian.
Grammar Bukan Sekadar Bentuk, tetapi Hubungan
Dalam belajar grammar, kita sering tergoda bertanya, “Aturannya apa?” Pertanyaan itu penting, tetapi belum cukup. Grammar yang matang selalu melibatkan hubungan antara bentuk, fungsi, dan makna. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan dalam pengajaran grammar bahasa Inggris bahwa struktur tidak hanya dipelajari sebagai bentuk terpisah, tetapi juga sebagai cara menyampaikan makna dalam konteks penggunaan (Celce-Murcia & Larsen-Freeman, 1999).
Misalnya, bentuk -ing dapat memiliki beberapa fungsi:
Swimming is good exercise.
Swimming = gerund, berfungsi seperti noun sebagai subject.The boy swimming in the pool is my brother.
swimming in the pool = participle phrase, menjelaskan the boy.She is swimming now.
is swimming = verb phrase dalam present continuous tense.
Bentuknya sama-sama memakai -ing, tetapi fungsinya berbeda. Karena itu, dalam soal TOEFL, jangan hanya bertanya, “Ini bentuk apa?” Tanyakan juga:
“Bagian ini berfungsi sebagai apa dalam kalimat?”
Pertanyaan sederhana ini membantu Anda menghindari banyak jebakan.
Cara Membaca Soal Setelah Buku Ini
Saat menghadapi soal grammar, jangan mulai dengan panik terhadap semua pilihan jawaban. Mulailah dengan prosedur tenang.
Pertama, cari subject dan verb utama. Jika salah satunya hilang, kemungkinan besar soal sedang menguji kelengkapan kalimat.
Contoh:
The discovery of ancient tools in the cave ___ new questions about early human migration.
Kerangka intinya:
The discovery ___ new questions.
Subjeknya adalah The discovery, bukan tools atau cave. Maka verb harus singular:
The discovery of ancient tools in the cave raises new questions about early human migration.
Kedua, periksa connector, yaitu kata penghubung yang menghubungkan klausa, seperti because, although, when, that, which, atau who. Setiap connector memiliki tugas. Jika sebuah connector memperkenalkan dependent clause, pastikan kalimat masih memiliki main clause.
Bandingkan:
Because the experiment failed.
Ini belum menjadi kalimat lengkap dalam bahasa Inggris formal karena hanya ada dependent clause. Kalimat itu masih menunggu main clause.
Versi lengkap:
Because the experiment failed, the researchers revised their method.
Ketiga, periksa word form, yaitu bentuk kata berdasarkan fungsinya. Apakah posisi itu membutuhkan noun, verb, adjective, atau adverb?
Contoh:
The results were analyzed ___.
Setelah verb were analyzed, posisi kosong ini dapat diisi adverb yang menjelaskan cara analisis dilakukan:
The results were analyzed carefully.
Bukan:
The results were analyzed careful.
Karena careful adalah adjective, sedangkan yang dibutuhkan adalah adverb.
Keempat, periksa kesetaraan bentuk atau parallel structure. Jika beberapa unsur disusun dalam daftar atau dihubungkan oleh pasangan seperti both ... and, either ... or, atau not only ... but also, bentuknya harus sejajar.
Contoh:
The course teaches students to read academic texts, to identify main ideas, and to summarize arguments.
Bentuknya sejajar:
to read
to identify
to summarize
Kalimat akan terasa tidak seimbang jika berubah menjadi:
The course teaches students to read academic texts, identifying main ideas, and summary arguments.
Masalahnya bukan hanya “terdengar aneh”, tetapi bentuk gramatikalnya tidak sejajar.
Jangan Takut pada Kalimat Panjang
Kalimat panjang dalam TOEFL sering terlihat sulit bukan karena idenya selalu rumit, tetapi karena banyak modifier. Modifier adalah unsur tambahan yang menjelaskan noun, verb, adjective, atau seluruh klausa. Modifier dapat berupa frasa preposisi, adjective clause, participle phrase, appositive, atau adverb clause.
Perhatikan kalimat ini:
The report on renewable energy, which was published by an international research team after five years of data collection, suggests several policy changes.
Kalimat ini panjang, tetapi kerangka intinya sederhana:
The report suggests several policy changes.
Bagian lain adalah tambahan:
on renewable energy → menjelaskan the report
which was published by an international research team → adjective clause
after five years of data collection → keterangan waktu/latar
Jika Anda dapat melihat inti seperti ini, kalimat panjang tidak lagi menjadi tembok. Ia menjadi bangunan yang bisa dibongkar bagian demi bagian.
Jalur Belajar Berikutnya
Setelah menyelesaikan buku ini, langkah berikutnya bukan membaca teori tanpa akhir. Langkah berikutnya adalah mengubah pemahaman menjadi kebiasaan yang cepat dan akurat.
Mulailah dengan membuat catatan kesalahan. Catatan kesalahan adalah daftar singkat berisi soal yang salah, alasan Anda memilih jawaban yang salah, aturan yang sebenarnya, dan contoh baru yang benar. Tujuannya bukan menghukum diri, melainkan menemukan pola.
Misalnya:
Kesalahan: memilih are karena melihat noun plural dekat verb.
Kalimat: The quality of the products ___ important.
Jawaban benar: is
Alasan: subject utama adalah quality, bukan products.
Contoh baru: The color of the leaves is changing.
Catatan seperti ini jauh lebih berguna daripada sekadar menulis “salah subject–verb agreement”. Anda perlu tahu bentuk jebakan yang membuat Anda salah.
Kemudian, lakukan latihan bertahap. Latihan yang efektif bukan hanya banyak, tetapi terarah: Anda tahu aspek apa yang sedang dilatih, mendapat umpan balik, lalu memperbaiki strategi. Dalam penelitian tentang peningkatan keahlian, latihan yang terarah, disertai tujuan jelas dan umpan balik, dibahas sebagai faktor penting dalam perkembangan performa tinggi (Ericsson, Krampe, & Tesch-Römer, 1993). Dalam konteks TOEFL grammar, ini berarti Anda sebaiknya tidak hanya mengerjakan 100 soal, tetapi juga memeriksa mengapa 20 soal terasa sulit.
Gunakan urutan berikut sebagai jalur belajar:
- Kerjakan satu set kecil soal grammar.
- Tandai semua jawaban yang salah atau ragu-ragu.
- Klasifikasikan kesalahan: subject–verb agreement, verb form, clause, word form, parallel structure, pronoun, article, atau struktur lanjutan.
- Tulis ulang kalimat yang salah menjadi kalimat benar.
- Buat satu contoh baru dengan pola yang sama.
- Ulangi beberapa hari kemudian.
Dengan cara ini, grammar berubah dari teori menjadi refleks berpikir.
Sikap Saat Menghadapi Tes
Pada hari tes, Anda tidak perlu menjadi sempurna. Anda perlu menjadi tenang, sistematis, dan cukup akurat.
Jika menemukan soal sulit, jangan terpaku terlalu lama. TOEFL adalah tes dengan batas waktu. Soal grammar sering dapat diselesaikan dengan eliminasi: buang pilihan yang jelas tidak mungkin menjadi bagian kalimat, lalu bandingkan sisa pilihan berdasarkan fungsi.
Misalnya, jika posisi kosong membutuhkan verb utama, pilihan berupa noun atau adjective dapat langsung dieliminasi. Jika posisi kosong membutuhkan connector, pilihan berupa verb phrase mungkin tidak cocok. Jika subject sudah singular, verb plural dapat dicurigai, kecuali ada struktur khusus yang mengubah analisis.
Yang paling penting: jangan biarkan panjang kalimat menguasai pikiran Anda. Ambil napas, cari subject, cari verb, pisahkan modifier, lalu baca hubungan logisnya.
Akhir dari Buku, Awal dari Kebiasaan
Buku ini berakhir di sini, tetapi keterampilan grammar Anda tidak berhenti. Grammar bukan benda yang selesai dipelajari sekali. Grammar adalah keterampilan membaca pola. Semakin sering Anda melihat kalimat akademik, semakin cepat mata Anda mengenali struktur.
Ketika membaca artikel, buku kuliah, abstrak jurnal, atau teks akademik bahasa Inggris, cobalah sesekali berhenti dan bertanya:
Apa subject kalimat ini?
Apa verb utamanya?
Bagian mana yang hanya modifier?
Apakah ada clause?
Apakah connector-nya tepat?
Apakah bentuk katanya sesuai fungsi?
Pertanyaan-pertanyaan kecil ini akan membuat latihan grammar menyatu dengan kegiatan membaca sehari-hari.
Jika ada satu kalimat penutup yang perlu Anda ingat, ingatlah ini:
Dalam grammar TOEFL, jawaban benar bukan dipilih karena terdengar paling akrab, tetapi karena paling sesuai dengan struktur kalimat.
Teruslah berlatih dengan tenang. Setiap kalimat panjang dapat dipetakan. Setiap jebakan dapat dipelajari polanya. Dan setiap kesalahan yang Anda pahami dengan baik adalah langkah maju menuju kesiapan tes yang lebih kuat.
References
Celce-Murcia, M., & Larsen-Freeman, D. (1999). The grammar book: An ESL/EFL teacher’s course (2nd ed.). Heinle & Heinle.
Educational Testing Service. (n.d.-a). TOEFL iBT test content. https://www.ets.org/toefl/test-takers/ibt/about/content.html
Educational Testing Service. (n.d.-b). TOEFL ITP tests. https://www.ets.org/toefl/itp.html
Ericsson, K. A., Krampe, R. T., & Tesch-Römer, C. (1993). The role of deliberate practice in the acquisition of expert performance. Psychological Review, 100(3), 363–406.