Bab 1: Mengenal Bahasa Arab dan Huruf-Hurufnya
Sebelum belajar nahwu dan sharaf, kita perlu mengenal bahan paling kecil dalam bahasa Arab, yaitu huruf.
Bayangkan kamu ingin membuat rumah dari balok mainan. Sebelum membuat rumah, kamu perlu mengenal bentuk baloknya: ada yang panjang, pendek, merah, biru, dan kuning. Dalam bahasa, huruf seperti balok-balok kecil itu. Huruf disusun menjadi kata, lalu kata disusun menjadi kalimat.
Dalam bab ini, kita akan belajar dengan pelan:
- arah tulisan Arab,
- bentuk dan bunyi huruf Arab,
- harakat dasar: fathah, kasrah, dhammah,
- sukun,
- tanwin,
- tasydid,
- cara membaca kata Arab sederhana.
Bahasa Arab memiliki sistem tulisan sendiri. Dalam pelajaran dasar, biasanya huruf Arab dikenalkan sebagai 28 huruf utama, dan tulisan Arab ditulis dari kanan ke kiri (Ryding, 2005). Jadi, saat membaca kata Arab, mata kita bergerak mulai dari sebelah kanan.
Perhatikan kata ini:
كِتَابٌ
Cara membacanya dimulai dari kanan:
كِـ lalu تَـ lalu ا lalu بٌ
Dibaca:
kitābun
Artinya:
“sebuah buku”.
Pelan-pelan saja. Pada awalnya, bentuk huruf Arab mungkin terasa baru. Tetapi jika sering dilihat, ditulis, dan dibaca, huruf-huruf itu akan menjadi akrab.
1. Tulisan Arab Dibaca dari Kanan ke Kiri
Dalam bahasa Indonesia, kita membaca dari kiri ke kanan:
buku
Kita mulai dari huruf b, lalu u, lalu k, lalu u.
Dalam bahasa Arab, kita membaca dari kanan ke kiri:
كِتَابٌ
Kita mulai dari huruf paling kanan, yaitu:
ك
Lalu bergerak ke kiri:
ت
Lalu:
ا
Lalu:
ب
Jadi, jangan mulai dari kiri. Mulailah dari kanan.
Contoh lain:
بَيْتٌ
Dibaca dari kanan:
بَـ + يْـ + تٌ
Bunyinya:
baytun
Artinya:
“sebuah rumah”.
Coba perhatikan:
- Huruf pertama ada di kanan.
- Huruf terakhir ada di kiri.
- Tanda kecil di atas atau di bawah huruf membantu kita membaca bunyinya.
Tanda kecil itu disebut harakat. Nanti kita akan belajar lebih jelas.
2. Huruf Arab Dapat Berubah Bentuk Saat Disambung
Dalam tulisan Arab, banyak huruf dapat menyambung dengan huruf sesudahnya. Karena itu, bentuk huruf bisa tampak sedikit berbeda ketika berada di awal, tengah, atau akhir kata. Ini adalah sifat penting tulisan Arab: huruf-hurufnya sering ditulis secara bersambung (Ryding, 2005).
Misalnya huruf ب.
Jika berdiri sendiri, bentuknya:
ب
Dalam kata:
بَابٌ
Huruf ب muncul di awal dan akhir kata.
Kata بَابٌ dibaca:
bābun
Artinya:
“sebuah pintu”.
Perhatikan bentuknya:
- بَـ di awal kata tampak seperti garis dengan satu titik di bawah.
- ـبٌ di akhir kata tampak kembali seperti bentuk ب, tetapi tersambung dengan sebelumnya.
Tidak perlu menghafal semua bentuk sekaligus. Pada tahap awal, yang penting adalah mengenali huruf dan bunyinya.
3. Mengenal Huruf Arab
Dalam pelajaran dasar, kita akan mengenal huruf-huruf Arab berikut. Bacalah pelan-pelan.
| Huruf | Nama huruf | Bunyi pendekatan dalam Latin |
|---|---|---|
| ا | alif | bisa menjadi panjang “ā” atau tempat hamzah |
| ب | bā’ | b |
| ت | tā’ | t |
| ث | tsā’ | ts, seperti “ts” |
| ج | jīm | j |
| ح | ḥā’ | h kuat dari tenggorokan |
| خ | khā’ | kh |
| د | dāl | d |
| ذ | dzāl | dz |
| ر | rā’ | r |
| ز | zāy | z |
| س | sīn | s |
| ش | syīn | sy |
| ص | ṣād | s tebal |
| ض | ḍād | d tebal |
| ط | ṭā’ | t tebal |
| ظ | ẓā’ | z/dz tebal |
| ع | ‘ain | bunyi dari tenggorokan |
| غ | ghain | gh |
| ف | fā’ | f |
| ق | qāf | q, lebih dalam daripada k |
| ك | kāf | k |
| ل | lām | l |
| م | mīm | m |
| ن | nūn | n |
| هـ | hā’ | h |
| و | wāw | w atau ū panjang |
| ي | yā’ | y atau ī panjang |
Tabel di atas memakai “bunyi pendekatan”. Artinya, bunyi Latin hanya membantu kita mendekati bunyi Arab. Beberapa huruf Arab tidak punya pasangan yang benar-benar sama dalam bahasa Indonesia. Misalnya ع dan ح. Untuk bunyi seperti ini, kita perlu banyak mendengar contoh dari guru atau rekaman yang baik.
Dalam ilmu membaca huruf Arab, ada istilah makhraj. Makhraj berarti tempat keluarnya bunyi huruf. Misalnya, bunyi ب keluar dengan merapatkan dua bibir. Bunyi ل keluar saat lidah menyentuh bagian atas mulut. Pembahasan makhraj yang rinci biasanya dipelajari dalam ilmu tajwid, tetapi untuk sekarang kita cukup tahu bahwa setiap huruf punya cara pengucapan.
4. Huruf yang Mirip Bentuknya
Beberapa huruf Arab bentuknya mirip. Bedanya sering ada pada titik.
Perhatikan kelompok ini:
ب ت ث
Ketiganya bentuk dasarnya mirip, tetapi titiknya berbeda.
| Huruf | Titik | Bunyi |
|---|---|---|
| ب | satu titik di bawah | b |
| ت | dua titik di atas | t |
| ث | tiga titik di atas | ts |
Contoh:
بَ dibaca ba
تَ dibaca ta
ثَ dibaca tsa
Kelompok lain:
ج ح خ
| Huruf | Titik | Bunyi |
|---|---|---|
| ج | satu titik di bawah | j |
| ح | tanpa titik | ḥ |
| خ | satu titik di atas | kh |
Contoh:
جَ dibaca ja
حَ dibaca ḥa
خَ dibaca kha
Kelompok lain:
د ذ
| Huruf | Titik | Bunyi |
|---|---|---|
| د | tanpa titik | d |
| ذ | satu titik di atas | dz |
Contoh:
دَ dibaca da
ذَ dibaca dza
Kelompok lain:
ر ز
| Huruf | Titik | Bunyi |
|---|---|---|
| ر | tanpa titik | r |
| ز | satu titik di atas | z |
Contoh:
رَ dibaca ra
زَ dibaca za
Kelompok lain:
س ش
| Huruf | Titik | Bunyi |
|---|---|---|
| س | tanpa titik | s |
| ش | tiga titik di atas | sy |
Contoh:
سَ dibaca sa
شَ dibaca sya
Jika kamu sering tertukar, itu wajar. Cara melatihnya adalah membaca sedikit demi sedikit setiap hari.
5. Harakat: Tanda Kecil untuk Membaca Bunyi Pendek
Sekarang kita masuk ke bagian yang sangat penting: harakat.
Harakat adalah tanda kecil yang ditulis di atas atau di bawah huruf untuk menunjukkan bunyi vokal pendek. Dalam bahasa Arab, tanda vokal pendek seperti a, i, dan u sering ditulis dengan harakat dalam buku pelajaran, Al-Qur’an, dan teks untuk pemula (Fischer, 2002; Ryding, 2005).
Ada tiga harakat dasar:
- Fathah: bunyi a
- Kasrah: bunyi i
- Dhammah: bunyi u
Mari kita bahas satu per satu.
6. Fathah: Bunyi “a”
Fathah adalah garis kecil di atas huruf:
ـَ
Jika huruf ب diberi fathah, menjadi:
بَ
Dibaca:
ba
Contoh lain:
تَ dibaca ta
جَ dibaca ja
مَ dibaca ma
نَ dibaca na
Sekarang baca perlahan:
بَ تَ ثَ
Bunyinya:
ba ta tsa
Contoh kata:
كَتَبَ
Kata ini terdiri dari:
كَ = ka
تَ = ta
بَ = ba
Dibaca:
kataba
Artinya:
“dia telah menulis”.
Kata ini akan kita temui lagi saat belajar fi’il, yaitu kata kerja.
7. Kasrah: Bunyi “i”
Kasrah adalah garis kecil di bawah huruf:
ـِ
Jika huruf ب diberi kasrah, menjadi:
بِ
Dibaca:
bi
Contoh:
تِ dibaca ti
جِ dibaca ji
مِ dibaca mi
نِ dibaca ni
Sekarang baca:
بِ تِ ثِ
Bunyinya:
bi ti tsi
Contoh kata:
بِسْمِ
Kata ini dibaca:
bismi
Artinya:
“dengan nama”.
Kita belum perlu membahas susunan kalimatnya sekarang. Yang penting, kita bisa melihat bahwa kasrah membuat bunyi i.
8. Dhammah: Bunyi “u”
Dhammah adalah tanda kecil seperti koma kecil di atas huruf:
ـُ
Jika huruf ب diberi dhammah, menjadi:
بُ
Dibaca:
bu
Contoh:
تُ dibaca tu
جُ dibaca ju
مُ dibaca mu
نُ dibaca nu
Sekarang baca:
بُ تُ ثُ
Bunyinya:
bu tu tsu
Contoh kata:
كُتُبٌ
Dibaca:
kutubun
Artinya:
“buku-buku”.
Perhatikan bahwa ada beberapa dhammah dalam kata itu:
كُ = ku
تُ = tu
بٌ = bun
Nanti kita akan belajar bahwa كُتُبٌ adalah bentuk jamak dari كِتَابٌ. Tetapi untuk sekarang, cukup perhatikan cara membacanya.
9. Latihan Kecil Harakat
Bacalah pelan-pelan:
| Tulisan | Bacaan |
|---|---|
| بَ | ba |
| بِ | bi |
| بُ | bu |
| تَ | ta |
| تِ | ti |
| تُ | tu |
| مَ | ma |
| مِ | mi |
| مُ | mu |
Sekarang baca gabungan berikut:
بَتَ
dibaca: bata
بِتِ
dibaca: biti
بُتُ
dibaca: butu
مَتَ
dibaca: mata
مِتِ
dibaca: miti
مُتُ
dibaca: mutu
Sebagian gabungan di atas belum tentu menjadi kata Arab yang bermakna. Tidak apa-apa. Tujuannya adalah melatih mata dan lidah mengenal huruf serta harakat.
10. Sukun: Huruf Tanpa Vokal
Sekarang kita belajar tanda baru: sukun.
Sukun adalah tanda kecil di atas huruf yang menunjukkan bahwa huruf itu tidak memiliki vokal pendek setelahnya. Tanda sukun biasanya seperti lingkaran kecil:
ـْ
Contoh:
بْ
Dibaca seperti bunyi b yang berhenti, bukan ba, bukan bi, dan bukan bu.
Agar lebih mudah, lihat contoh dalam kata:
بَيْتٌ
Kata ini dibaca:
baytun
Artinya:
“sebuah rumah”.
Mari kita pecah:
بَ = ba
يْ = y tanpa vokal
تٌ = tun
Gabungannya menjadi:
baytun
Bukan:
bayitun
Mengapa? Karena يْ memakai sukun. Huruf ي tidak dibaca yi, tetapi menjadi bagian dari bunyi ay.
Contoh lain:
نَهْرٌ
Dibaca:
nahrun
Artinya:
“sungai”.
Pecahannya:
نَ = na
هْ = h tanpa vokal
رٌ = run
Gabungannya:
nahrun
Sukun membantu kita membaca huruf yang “diam” dari vokal, tetapi bunyi hurufnya tetap ada.
11. Tanwin: Bunyi “n” di Akhir Kata
Sekarang kita belajar tanwin.
Tanwin adalah tanda harakat ganda di akhir kata yang menghasilkan bunyi n di ujung bacaan. Dalam tata bahasa Arab, tanwin sering muncul pada isim tertentu, terutama dalam teks yang diberi harakat lengkap (Fischer, 2002; Ryding, 2005).
Ada tiga bentuk tanwin dasar:
| Tanda | Nama | Bunyi |
|---|---|---|
| ـً | fathatain | an |
| ـٍ | kasratain | in |
| ـٌ | dhammatain | un |
Kata “fathatain” berarti fathah ganda.
Kata “kasratain” berarti kasrah ganda.
Kata “dhammatain” berarti dhammah ganda.
Mari lihat contoh.
Dhammatain: Bunyi “un”
بَيْتٌ
Dibaca:
baytun
Artinya:
“sebuah rumah”.
Bagian akhirnya:
تٌ = tun
Kasratain: Bunyi “in”
بَيْتٍ
Dibaca:
baytin
Bunyinya berakhir dengan in.
Fathatain: Bunyi “an”
بَيْتًا
Dibaca:
baytan
Bunyinya berakhir dengan an.
Mengapa pada بَيْتًا ada alif setelah huruf ت? Dalam banyak kata, fathatain ditulis bersama alif tambahan di akhir. Tetapi ada beberapa aturan khusus yang akan dipelajari nanti. Untuk sekarang, cukup ingat: ـً biasanya dibaca an.
Contoh lain:
| Tulisan | Bacaan | Arti |
|---|---|---|
| كِتَابٌ | kitābun | sebuah buku |
| كِتَابٍ | kitābin | sebuah buku |
| كِتَابًا | kitāban | sebuah buku |
Ketiganya memiliki arti dasar “buku”, tetapi tanda akhirnya berbeda. Di bab-bab berikutnya, kita akan belajar bahwa tanda akhir seperti ini berhubungan dengan kedudukan kata dalam kalimat.
Untuk sekarang, kita cukup tahu cara membacanya.
12. Tasydid: Huruf yang Dikuatkan atau Digandakan
Tanda berikutnya adalah tasydid.
Tasydid adalah tanda kecil seperti kepala huruf “w” di atas huruf:
ـّ
Tasydid menunjukkan bahwa huruf dibaca lebih kuat, seolah-olah huruf itu digandakan. Dalam tata bahasa Arab, tasydid menandai penggandaan konsonan atau bunyi huruf mati yang diikuti bunyi huruf yang sama (Fischer, 2002).
Contoh:
دَرَّسَ
Dibaca:
darrasa
Artinya:
“dia mengajar”.
Perhatikan huruf رّ. Huruf ر memakai tasydid, sehingga dibaca kuat:
dar-ra-sa
Bukan:
da-ra-sa
Contoh lain:
مُدَرِّسٌ
Dibaca:
mudarrisun
Artinya:
“seorang guru laki-laki”.
Pecahannya:
مُ = mu
دَ = da
رِّ = rri
سٌ = sun
Gabungannya:
mudarrisun
Tasydid dapat bertemu dengan harakat. Misalnya:
رَّ dibaca rra
رِّ dibaca rri
رُّ dibaca rru
Jadi, tasydid membuat hurufnya digandakan, sedangkan harakat menentukan bunyi vokalnya.
13. Membaca Kata Sederhana
Sekarang kita gabungkan semua yang sudah dipelajari.
Kita akan membaca beberapa kata Arab sederhana. Jangan terburu-buru. Mulailah dari kanan, lihat hurufnya, lihat harakatnya, lalu gabungkan.
Contoh 1: بَابٌ
بَابٌ
Langkah membaca:
بَ = ba
ا = memanjangkan bunyi sebelumnya menjadi bā
بٌ = bun
Dibaca:
bābun
Artinya:
“sebuah pintu”.
Di sini, huruf ا setelah fathah membuat bunyi a menjadi panjang: ā. Dalam bahasa Arab, ada huruf-huruf yang dapat membantu memanjangkan bunyi vokal; pembahasan lengkapnya akan dipelajari bertahap (Ryding, 2005).
Contoh 2: كِتَابٌ
كِتَابٌ
Langkah membaca:
كِ = ki
تَ = ta
ا = memanjangkan bunyi a menjadi ā
بٌ = bun
Dibaca:
kitābun
Artinya:
“sebuah buku”.
Contoh 3: قَلَمٌ
قَلَمٌ
Langkah membaca:
قَ = qa
لَ = la
مٌ = mun
Dibaca:
qalamun
Artinya:
“sebuah pena”.
Contoh 4: وَلَدٌ
وَلَدٌ
Langkah membaca:
وَ = wa
لَ = la
دٌ = dun
Dibaca:
waladun
Artinya:
“seorang anak laki-laki”.
Contoh 5: بِنْتٌ
بِنْتٌ
Langkah membaca:
بِ = bi
نْ = n tanpa vokal
تٌ = tun
Dibaca:
bintun
Artinya:
“seorang anak perempuan”.
Perhatikan tanda sukun pada نْ. Karena ada sukun, kita tidak membaca ni, tetapi hanya bunyi n.
14. Perbedaan Bunyi Pendek dan Panjang
Dalam bahasa Arab, bunyi pendek dan panjang dapat membedakan kata. Karena itu, kita perlu berhati-hati.
Bunyi pendek:
بَ = ba
Bunyi panjang:
بَا = bā
Contoh:
كَتَبَ
Dibaca:
kataba
Artinya:
“dia telah menulis”.
Sedangkan:
كَاتِبٌ
Dibaca:
kātibun
Artinya:
“seorang penulis”.
Perhatikan:
- كَ = ka, bunyi pendek
- كَا = kā, bunyi panjang
Dalam tulisan Latin buku ini, tanda garis di atas huruf seperti ā, ī, dan ū dipakai untuk menunjukkan bunyi panjang. Ini hanya alat bantu. Yang paling penting adalah mengenali tulisan Arabnya.
15. Cara Aman Membaca Kata Arab Baru
Saat melihat kata Arab baru, gunakan langkah sederhana ini.
Pertama, mulai dari kanan.
Misalnya:
مَسْجِدٌ
Kedua, lihat huruf dan harakatnya.
مَ = ma
سْ = s tanpa vokal
جِ = ji
دٌ = dun
Ketiga, gabungkan pelan-pelan:
masjidun
Artinya:
“sebuah masjid”.
Contoh lain:
شَمْسٌ
Langkah membaca:
شَ = sya
مْ = m tanpa vokal
سٌ = sun
Dibaca:
syamsun
Artinya:
“matahari”.
Contoh lain:
قَمَرٌ
Langkah membaca:
قَ = qa
مَ = ma
رٌ = run
Dibaca:
qamarun
Artinya:
“bulan”.
Dengan cara ini, kata yang awalnya tampak sulit menjadi lebih mudah.
16. Latihan Membaca Bersama
Bacalah kata-kata berikut dari kanan ke kiri.
| Tulisan Arab | Bantuan bacaan | Arti |
|---|---|---|
| بَابٌ | bābun | pintu |
| بَيْتٌ | baytun | rumah |
| كِتَابٌ | kitābun | buku |
| قَلَمٌ | qalamun | pena |
| وَلَدٌ | waladun | anak laki-laki |
| بِنْتٌ | bintun | anak perempuan |
| مَسْجِدٌ | masjidun | masjid |
| شَمْسٌ | syamsun | matahari |
| قَمَرٌ | qamarun | bulan |
| مُدَرِّسٌ | mudarrisun | guru laki-laki |
Sekarang coba tutup kolom “Bantuan bacaan”, lalu baca tulisan Arabnya saja.
Jika belum lancar, tidak apa-apa. Ulangi pelan-pelan.
17. Latihan Membedakan Harakat
Bacalah pasangan berikut. Perhatikan perubahan bunyi karena harakat berubah.
| Tulisan | Bacaan |
|---|---|
| بَ | ba |
| بِ | bi |
| بُ | bu |
| مَ | ma |
| مِ | mi |
| مُ | mu |
| قَ | qa |
| قِ | qi |
| قُ | qu |
| كَ | ka |
| كِ | ki |
| كُ | ku |
Sekarang baca gabungan berikut:
بَكَرَ
بِكِرِ
بُكُرُ
Latihan ini tidak perlu dipikirkan artinya. Tujuannya adalah melatih bunyi.
18. Latihan Membedakan Sukun dan Tasydid
Perhatikan dua contoh berikut:
دَرَسَ
Dibaca:
darasa
Artinya:
“dia telah belajar”.
Sekarang:
دَرَّسَ
Dibaca:
darrasa
Artinya:
“dia telah mengajar”.
Perbedaannya ada pada huruf ر.
Pada دَرَسَ, huruf رَ dibaca biasa: ra.
Pada دَرَّسَ, huruf رَّ dibaca kuat: rra.
Sekarang perhatikan sukun:
بِنْتٌ
Dibaca:
bintun
Huruf نْ tidak berbunyi na, ni, atau nu. Ia hanya berbunyi n.
Bandingkan:
بِنَتٌ
Dibaca:
binatun
Di sini huruf نَ memakai fathah, jadi dibaca na.
Perubahan tanda kecil dapat mengubah bacaan. Karena itu, mata kita harus teliti.
19. Kotak Ingatan Bab 1
Mari kita simpulkan dengan bahasa sederhana.
Bahasa Arab ditulis dan dibaca dari kanan ke kiri.
Huruf Arab dalam pelajaran dasar biasanya dikenalkan sebagai 28 huruf utama.
Banyak huruf Arab dapat bersambung dengan huruf lain, sehingga bentuknya dapat berubah sesuai tempatnya dalam kata.
Harakat adalah tanda kecil untuk membantu membaca vokal pendek.
Tiga harakat dasar:
- Fathah: a
- Kasrah: i
- Dhammah: u
Sukun berarti huruf tidak memiliki vokal setelahnya.
Contoh:
نْ = n
Tanwin memberi bunyi n di akhir kata.
Contoh:
ـٌ = un
ـٍ = in
ـً = an
Tasydid membuat huruf dibaca kuat atau digandakan.
Contoh:
رَّ = rra
Cara membaca kata Arab:
- Mulai dari kanan.
- Kenali hurufnya.
- Lihat harakatnya.
- Perhatikan sukun, tanwin, dan tasydid.
- Gabungkan bunyinya pelan-pelan.
20. Tantangan Ceria
Cobalah baca kata-kata berikut tanpa melihat bantuan terlebih dahulu.
- بَابٌ
- قَلَمٌ
- بَيْتٌ
- مَسْجِدٌ
- شَمْسٌ
- قَمَرٌ
- كِتَابٌ
- بِنْتٌ
- وَلَدٌ
- مُدَرِّسٌ
Setelah mencoba, cocokkan dengan jawaban berikut.
| Nomor | Bacaan | Arti |
|---|---|---|
| 1 | bābun | pintu |
| 2 | qalamun | pena |
| 3 | baytun | rumah |
| 4 | masjidun | masjid |
| 5 | syamsun | matahari |
| 6 | qamarun | bulan |
| 7 | kitābun | buku |
| 8 | bintun | anak perempuan |
| 9 | waladun | anak laki-laki |
| 10 | mudarrisun | guru laki-laki |
Jika kamu bisa membaca sebagian, itu sudah bagus. Jika kamu bisa membaca semuanya, hebat. Jika masih bingung, ulangi dari bagian harakat. Belajar huruf memang perlu latihan berulang.
Pada bab berikutnya, kita akan naik satu langkah. Setelah mengenal huruf dan tanda baca, kita akan belajar kata dalam bahasa Arab. Kita akan mengenal tiga jenis kata utama: isim, fi’il, dan huruf.
References
Fischer, Wolfdietrich. 2002. A Grammar of Classical Arabic. Translated by Jonathan Rodgers. Yale University Press.
Ryding, Karin C. 2005. A Reference Grammar of Modern Standard Arabic. Cambridge University Press.