Pendahuluan
Pernahkah kamu melihat semut berjalan berbaris, daun bergerak tertiup angin, kucing mengeong minta makan, atau biji kacang hijau berubah menjadi kecambah? Semua itu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dari halaman rumah, kebun sekolah, pot tanaman, akuarium, sampai tubuh kita sendiri, ada banyak hal menarik yang dapat dipelajari.
Ilmu yang mempelajari kehidupan disebut biologi. Kata “biologi” digunakan untuk ilmu yang mempelajari makhluk hidup dan proses kehidupan, seperti bagaimana makhluk hidup tumbuh, mendapatkan makanan, bernapas, berkembang biak, dan berhubungan dengan lingkungannya. Dalam buku biologi modern, biologi dijelaskan sebagai ilmu tentang kehidupan dan makhluk hidup, dari bagian yang sangat kecil sampai hubungan besar di alam (Urry et al., 2020).
Sebelum belajar lebih jauh, mari kita mulai dari gagasan paling dasar: makhluk hidup adalah sesuatu yang memiliki tanda-tanda kehidupan. Contohnya manusia, kucing, ayam, ikan, pohon mangga, rumput, jamur, dan bakteri. Makhluk hidup dapat tumbuh, membutuhkan makanan atau zat tertentu, menanggapi keadaan di sekitarnya, dan menghasilkan keturunan. Sebaliknya, batu, pensil, meja, dan sepatu bukan makhluk hidup. Mereka dapat berpindah tempat jika didorong atau dibawa, tetapi mereka tidak tumbuh dari dalam dirinya sendiri seperti anak kucing atau tanaman kacang.
Biologi tidak hanya dipelajari dengan menghafal nama-nama. Biologi dimulai dari rasa ingin tahu. Misalnya, kamu melihat dua tanaman. Tanaman pertama diletakkan di dekat jendela dan daunnya tampak hijau segar. Tanaman kedua diletakkan di tempat gelap dan tampak pucat. Dari situ kamu bisa bertanya, “Apakah cahaya matahari membantu tanaman hidup?” Pertanyaan seperti ini adalah awal cara berpikir ilmiah.
Dalam sains, termasuk biologi, kita tidak cukup hanya menebak. Kita perlu mengamati dan mencari bukti. Mengamati berarti memperhatikan sesuatu dengan teliti menggunakan indra, seperti mata, hidung, telinga, kulit, dan lidah jika aman. Kadang kita juga memakai alat, misalnya penggaris untuk mengukur tinggi tanaman, kaca pembesar untuk melihat serangga kecil, atau termometer untuk mengukur suhu. Para ilmuwan menggunakan pengamatan, pertanyaan, pengukuran, pencatatan, dan bukti untuk menjelaskan dunia alam secara lebih dapat dipercaya (National Research Council, 2012).
Kata bukti berarti sesuatu yang dapat membantu kita mengetahui apakah suatu pendapat benar atau tidak. Misalnya, jika kita berkata, “Tanaman ini tumbuh lebih tinggi,” bukti sederhananya dapat berupa catatan tinggi tanaman setiap minggu. Hari pertama tingginya 5 cm, minggu berikutnya 8 cm, lalu 12 cm. Angka-angka itu membantu kita melihat perubahan dengan lebih jelas.
Kata lain yang akan sering muncul dalam buku ini adalah lingkungan. Lingkungan adalah segala sesuatu di sekitar makhluk hidup yang dapat memengaruhi kehidupannya. Untuk ikan, air adalah bagian penting dari lingkungan. Untuk pohon, tanah, air, udara, cahaya matahari, dan ruang tumbuh adalah bagian dari lingkungan. Untuk manusia, lingkungan dapat berupa rumah, sekolah, udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, dan orang-orang di sekitar kita.
Belajar biologi juga membuat kita mengenal tubuh sendiri. Tubuh manusia tersusun dari banyak bagian yang bekerja sama. Mata membantu melihat, telinga membantu mendengar, paru-paru membantu bernapas, jantung memompa darah, tulang dan otot membantu kita berdiri, berjalan, dan bermain. Jika satu bagian tubuh terganggu, kegiatan kita juga bisa terganggu. Karena itu, memahami tubuh membantu kita belajar menjaga kesehatan.
Buku ini akan mengajakmu berjalan pelan-pelan. Kita akan mulai dari pertanyaan sederhana: apa itu biologi dan apa ciri makhluk hidup? Setelah itu, kita belajar mengamati alam seperti ilmuwan cilik. Kemudian kita mengenal tumbuhan, hewan, tubuh manusia, makanan sehat, mikroorganisme, habitat, hubungan antarmakhluk hidup, ekosistem, keanekaragaman hayati Indonesia, dan cara manusia menjaga lingkungan.
Kata ekosistem mungkin terdengar baru. Ekosistem adalah hubungan antara makhluk hidup dan benda tak hidup di suatu tempat. Contohnya kolam. Di kolam ada ikan, tumbuhan air, serangga, air, cahaya matahari, lumpur, dan udara. Semuanya saling berhubungan. Ikan membutuhkan air. Tumbuhan air membutuhkan cahaya. Beberapa hewan kecil menjadi makanan hewan lain. Jika air kolam tercemar, makhluk hidup di dalamnya dapat terganggu.
Nanti kamu juga akan bertemu kata keanekaragaman hayati. Artinya adalah keberagaman makhluk hidup. Indonesia memiliki banyak makhluk hidup yang khas, seperti orangutan, komodo, cenderawasih, rafflesia, mangrove, dan terumbu karang. Dengan belajar biologi, kita tidak hanya tahu nama mereka, tetapi juga belajar menghargai dan melindungi kehidupan.
Cara terbaik membaca buku ini adalah dengan memperhatikan contoh di sekitarmu. Saat membaca tentang akar, lihatlah tanaman di pot. Saat membaca tentang hewan, amati burung, kucing, semut, kupu-kupu, atau ikan. Saat membaca tentang tubuh manusia, rasakan napasmu, detak jantungmu setelah berlari, dan rasa lapar sebelum makan. Biologi menjadi lebih mudah ketika kamu menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.
Namun, ada aturan penting: mengamati makhluk hidup harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh kasih. Jangan menyakiti hewan untuk belajar. Jangan merusak tanaman tanpa alasan. Jangan mencicipi tumbuhan, jamur, cairan, atau benda yang tidak dikenal. Jika ingin melakukan pengamatan di luar rumah atau menggunakan alat, mintalah izin dan bantuan orang dewasa.
Pada akhirnya, tujuan buku ini bukan hanya membuatmu dapat menjawab soal sekolah. Tujuan yang lebih besar adalah membantumu melihat kehidupan dengan mata yang lebih teliti. Kamu akan belajar bahwa seekor semut kecil pun memiliki kebiasaan, sehelai daun memiliki tugas, air bersih penting bagi banyak makhluk hidup, dan tindakan manusia dapat membantu atau merusak lingkungan.
Biologi mengajarkan bahwa kehidupan saling terhubung. Kita makan dari tumbuhan dan hewan. Tumbuhan membutuhkan cahaya, air, udara, dan tanah. Hewan membutuhkan makanan, air, udara, dan tempat hidup. Mikroorganisme yang sangat kecil pun dapat berperan dalam makanan, kesehatan, dan penguraian sisa makhluk hidup. Dengan memahami hubungan ini, kita belajar menjadi manusia yang lebih peduli.
Mari mulai perjalanan ini dengan rasa ingin tahu. Bawalah pertanyaanmu. Bawalah mata yang mau mengamati. Bawalah hati yang mau menjaga kehidupan. Dari hal-hal kecil di sekitar kita, biologi akan membantu kita memahami dunia yang besar.
References
National Research Council. (2012). A Framework for K-12 Science Education: Practices, Crosscutting Concepts, and Core Ideas. The National Academies Press.
Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Orr, R. B. (2020). Campbell Biology (12th ed.). Pearson.