Version 2 of 2
Pendahuluan
Generated Aksbel book section. · Working · Oct 16, 2026 06:01 · saved by @mujirin
Pendahuluan
Pernahkah kamu memperhatikan tanaman di halaman sekolah, pot di rumah, atau pohon di pinggir jalan? Tanaman itu tidak berjalan mencari makan seperti ayam, kucing, atau manusia. Namun, tanaman tetap dapat tumbuh, bertambah tinggi, memiliki daun baru, berbunga, bahkan berbuah. Dari mana tumbuhan memperoleh makanan?
Pertanyaan sederhana ini membawa kita pada salah satu proses terpenting di alam, yaitu fotosintesis. Fotosintesis adalah proses ketika tumbuhan hijau menggunakan cahaya, air, dan karbon dioksida untuk membuat makanan berupa gula sederhana, dengan bantuan zat hijau daun yang disebut klorofil. Dalam proses ini, tumbuhan juga menghasilkan oksigen yang digunakan banyak makhluk hidup untuk bernapas. Penjelasan ilmiah tentang fotosintesis sebagai perubahan energi cahaya menjadi energi kimia yang tersimpan dalam gula merupakan bagian penting dalam biologi tumbuhan modern (Urry et al., 2020).
Buku ini berbentuk LKPD, singkatan dari Lembar Kerja Peserta Didik. Artinya, buku ini tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dikerjakan. Kamu akan diajak mengamati, mencatat, menggambar, berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan melakukan percobaan sederhana. Dengan begitu, kamu tidak hanya tahu bahwa “tumbuhan membuat makanan”, tetapi juga belajar bagaimana cara menemukan bukti dari lingkungan sekitar.
Dalam pelajaran IPAS, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, kita belajar memahami alam dan kehidupan manusia secara dekat dengan pengalaman sehari-hari. Untuk topik fotosintesis, kita akan lebih banyak mempelajari bagian ilmu alamnya: tumbuhan, cahaya matahari, air, udara, makanan tumbuhan, dan oksigen. Pendekatan IPAS di sekolah dasar memang mendorong peserta didik untuk mengamati gejala di sekitar, mengajukan pertanyaan, dan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari (BSKAP, 2022).
Bayangkan sebuah daun hijau sebagai “dapur kecil” milik tumbuhan. Dapur itu tidak memakai kompor seperti dapur di rumah. Dapur daun memakai cahaya matahari sebagai sumber energi. Air diserap oleh akar dari tanah, lalu bergerak ke bagian tumbuhan. Karbon dioksida berasal dari udara. Klorofil di daun membantu menangkap cahaya. Dari bahan-bahan itu, tumbuhan membuat makanan untuk dirinya sendiri. Contohnya, tanaman cabai di pot dapat tumbuh lebih besar jika mendapat air, cahaya, udara, dan perawatan yang cukup.
Namun, buku ini tidak akan langsung meminta kamu menghafal semua istilah. Kita akan mulai dari hal yang paling mudah diamati. Misalnya, kamu akan mengamati bahwa tumbuhan memiliki akar, batang, dan daun. Setelah itu, kamu akan belajar mengapa daun sangat penting. Kemudian, kamu akan memahami bahan yang diperlukan dalam fotosintesis, hasil fotosintesis, dan hubungan tumbuhan dengan hewan, manusia, serta lingkungan sehat.
Saat belajar dengan LKPD ini, ada tiga kegiatan utama yang akan sering kamu lakukan.
Pertama, kamu akan melakukan pengamatan. Pengamatan berarti memperhatikan suatu benda atau peristiwa dengan teliti. Pengamatan dapat dilakukan dengan mata, hidung, tangan, atau alat bantu seperti penggaris dan kaca pembesar. Contohnya, kamu dapat mengamati warna daun, jumlah daun, tinggi tanaman, atau keadaan tanaman yang diletakkan di tempat terang dan tempat kurang terang.
Kedua, kamu akan mencatat data. Data adalah informasi yang dikumpulkan dari pengamatan atau percobaan. Data dapat berupa angka, kata-kata, gambar, atau tabel. Contohnya, jika tinggi tanaman pada hari pertama adalah 5 cm dan pada hari ketujuh menjadi 7 cm, angka 5 cm dan 7 cm adalah data. Data membantu kita membuat kesimpulan yang lebih hati-hati, bukan hanya menebak.
Ketiga, kamu akan melakukan diskusi ilmiah. Diskusi ilmiah adalah kegiatan berbicara dan bertukar pendapat berdasarkan alasan dan bukti. Misalnya, jika satu tanaman tampak lebih segar daripada tanaman lain, kamu dapat bertanya, “Apakah tanaman ini mendapat cahaya lebih banyak?” atau “Apakah tanaman ini disiram dengan cukup?” Dalam ilmu pengetahuan, pendapat yang baik perlu didukung oleh bukti. Kegiatan seperti mengamati, bertanya, membuat penjelasan, dan menggunakan bukti merupakan bagian penting dari cara kerja sains di sekolah (National Research Council, 2012).
Karena buku ini berisi kegiatan, kamu perlu menyiapkan sikap belajar yang baik. Belajarlah dengan rasa ingin tahu. Jika melihat daun menguning, jangan langsung menyimpulkan bahwa tanaman itu mati. Amati dulu: apakah tanahnya terlalu kering, terlalu basah, kurang cahaya, atau ada bagian tanaman yang rusak? Belajarlah juga dengan jujur. Jika hasil percobaan tidak sesuai dugaan, tuliskan apa adanya. Dalam sains, hasil yang berbeda tetap berguna karena dapat membuat kita bertanya lebih lanjut.
Kamu juga perlu menjaga keselamatan. Jangan mencicipi daun, bunga, buah, atau bagian tumbuhan yang tidak dikenal. Jangan merusak tanaman secara berlebihan. Jika perlu memindahkan pot, menggunakan gunting, atau mengambil sampel daun, mintalah izin dan bantuan guru atau orang dewasa. Ilmu pengetahuan sebaiknya dipelajari dengan hati-hati dan bertanggung jawab.
Di akhir buku ini, kamu diharapkan dapat menjelaskan dengan kata-katamu sendiri bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang membutuhkan air, cahaya, udara, dan tempat tumbuh. Kamu juga diharapkan dapat menjelaskan bahwa daun berperan penting dalam fotosintesis, bahwa fotosintesis menghasilkan makanan bagi tumbuhan dan oksigen, serta bahwa tumbuhan memiliki peran besar dalam rantai makanan dan lingkungan sehat.
Mari mulai belajar dari hal yang dekat dengan kita: sehelai daun hijau. Dari daun kecil itu, kita dapat memahami cara tumbuhan hidup, cara alam menyediakan makanan, dan mengapa merawat tanaman berarti ikut merawat kehidupan.
References
BSKAP. (2022). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 033/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
National Research Council. (2012). A Framework for K–12 Science Education: Practices, Crosscutting Concepts, and Core Ideas. The National Academies Press.
Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Orr, R. B. (2020). Campbell Biology (12th ed.). Pearson.