Log in to access more pages.
Create an account or log in to continue reading more pages.
Log in
Daftar isi
Berpikir Tajam ala Karl Popper
Menguasai falsifikasi, pengujian kritis, dan keterbukaan pikiran untuk berdebat, mengambil keputusan, dan memahami dunia dengan lebih bijak
Baca setiap bagian secara berurutan. Setiap judul dapat dibuka sebagai dokumen TheoryTrace.
- Cover1
- Hak cipta2
- Petunjuk membaca buku ini3
- Pendahuluan4
- Bab 1: Mengapa Pikiran Perlu Diuji, Bukan Dimanjakan5
- Bab 2: Karl Popper dan Lahirnya Rasionalisme Kritis6
- Bab 3: Masalah Induksi: Mengapa Banyak Bukti Belum Menjamin Kebenaran7
- Bab 4: Falsifikasi: Seni Mencari Titik Runtuh Sebuah Klaim8
- Bab 5: Dugaan dan Sanggahan: Mesin Kemajuan Pengetahuan9
- Bab 6: Apa Bedanya Membuktikan, Menguatkan, dan Belum Terbantahkan10
- Bab 7: Klaim yang Ilmiah, Pseudilmiah, dan Sekadar Retorika11
- Bab 8: Cara Merumuskan Klaim agar Bisa Diuji12
- Bab 9: Kritik yang Baik: Menyerang Ide, Bukan Merendahkan Orang13
- Bab 10: Open-Mindedness yang Cerdas, Bukan Pikiran yang Mudah Dikelabui14
- Bab 11: Bias Konfirmasi dan Musuh-Musuh Pikiran Jernih15
- Bab 12: Peta Argumen: Melihat Struktur di Balik Perdebatan16
- Bab 13: Pertanyaan Popperian untuk Menguji Setiap Ide17
- Bab 14: Berdebat dengan Prinsip Falsifikasi18
- Bab 15: Mengambil Keputusan di Tengah Ketidakpastian19
- Bab 16: Problem Solving Popperian: Coba, Uji, Koreksi20
- Bab 17: Membaca Berita, Data, dan Statistik dengan Mata Kritis21
- Bab 18: Teori Konspirasi, Dogma, dan Klaim yang Selalu Lolos22
- Bab 19: Masyarakat Terbuka: Mengapa Kebebasan Kritik Itu Penting23
- Bab 20: Paradoks Toleransi dan Batas Keterbukaan24
- Bab 21: Kesalahan Besar Popperian Pemula25
- Bab 22: Latihan Menjadi Pendekar Kritis26
- Bab 23: Kompas Hidup Seorang Rasionalis Kritis27
- Penutup28