Version 2 of 2
Pendahuluan
Generated Aksbel book section. · Working · Oct 21, 2026 11:33 · saved by @mujirin
Pendahuluan
Belajar bahasa Inggris dari nol bukan berarti memulai dari tempat yang kosong. Anda sudah memiliki modal besar: Anda sudah bisa berbahasa. Anda tahu bahwa manusia memakai bunyi, kata, dan kalimat untuk menyampaikan maksud. Anda tahu bahwa cara berbicara kepada teman dapat berbeda dari cara berbicara kepada guru, atasan, pelanggan, atau orang yang baru dikenal. Modal ini akan kita pindahkan perlahan ke bahasa Inggris.
Bahasa Inggris penting karena dipakai dalam banyak situasi lintas negara: pendidikan, pekerjaan, teknologi, perjalanan, hiburan, dan komunikasi digital. David Crystal menjelaskan bahwa bahasa Inggris berkembang menjadi bahasa global karena digunakan secara luas sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, atau bahasa asing di berbagai wilayah dan institusi internasional (Crystal, 2003). Namun, alasan paling dekat bagi pembelajar pemula biasanya sederhana: ingin memahami tulisan sederhana, berani berbicara, dapat menulis pesan singkat, dan tidak panik ketika mendengar kalimat bahasa Inggris sehari-hari.
Buku ini ditulis untuk tujuan itu. Kita tidak akan mulai dari teori yang berat. Kita akan mulai dari hal yang paling dasar: bunyi, huruf, kata, kalimat, lalu percakapan pendek. Setiap bagian akan dibangun sedikit demi sedikit agar Anda tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami cara kerja bahasa Inggris.
Apa yang dimaksud “bisa berbahasa Inggris”?
Dalam buku ini, “bisa berbahasa Inggris” tidak berarti langsung berbicara seperti penutur asli. Tujuan awalnya lebih realistis: Anda mampu memahami dan membuat bahasa Inggris sederhana dengan benar dan sopan.
Ada empat kegiatan utama yang akan sering muncul.
Pertama, mendengarkan berarti menangkap makna dari bahasa yang diucapkan. Misalnya, ketika seseorang berkata:
Good morning. How are you?
Anda memahami bahwa orang itu sedang menyapa dan menanyakan kabar.
Kedua, berbicara berarti menyampaikan makna secara lisan. Misalnya, Anda menjawab:
I am fine, thank you.
Ketiga, membaca berarti memahami makna dari tulisan. Misalnya, ketika Anda melihat tulisan:
Open the door.
Anda tahu bahwa itu berarti “Buka pintunya.”
Keempat, menulis berarti menyampaikan makna dalam bentuk tulisan. Misalnya, Anda menulis pesan pendek:
I am sorry. I am late.
Kerangka Pembelajaran, Pengajaran, dan Penilaian Bahasa Eropa atau Common European Framework of Reference for Languages menjelaskan kemampuan berbahasa melalui kegiatan seperti menerima informasi, memproduksi bahasa, berinteraksi, dan memediasi makna dalam konteks nyata (Council of Europe, 2020). Dengan kata lain, bahasa bukan hanya daftar aturan. Bahasa adalah alat untuk melakukan sesuatu: menyapa, bertanya, menjawab, meminta bantuan, menjelaskan, membaca informasi, dan menulis pesan.
Tiga bahan utama: kosakata, tata bahasa, dan pelafalan
Agar dapat memakai bahasa Inggris, kita perlu mengenal tiga bahan utama: kosakata, tata bahasa, dan pelafalan.
Kosakata adalah kumpulan kata dan ungkapan yang kita pahami dan gunakan. Kata seperti book, water, eat, happy, dan school termasuk kosakata. Ungkapan seperti thank you, excuse me, dan see you later juga termasuk kosakata karena dipakai sebagai satu kesatuan makna.
Contoh:
water = air
I drink water. = Saya minum air.
Kosakata penting karena tanpa kata kita tidak dapat menyebut benda, tindakan, sifat, tempat, atau waktu. Paul Nation, dalam kajian tentang pembelajaran kosakata bahasa kedua, menekankan bahwa penguasaan kosakata memerlukan pertemuan berulang dengan kata dalam berbagai konteks, bukan hanya melihat daftar kata satu kali (Nation, 2013). Karena itu, buku ini akan sering mengulang kata penting dalam kalimat berbeda.
Tata bahasa adalah pola yang mengatur hubungan antarkata agar kalimat jelas. Misalnya, bahasa Inggris biasanya membutuhkan subjek sebelum kata kerja dalam kalimat pernyataan sederhana.
Contoh:
I eat rice.
Saya makan nasi.
Di sini, I adalah subjek, eat adalah kata kerja, dan rice adalah objek. Jika urutannya kacau, maknanya dapat menjadi tidak jelas. Dalam bahasa Inggris dasar, kita akan belajar pola seperti:
I am a student.
She is my friend.
They live in Jakarta.
Do you like tea?
Tata bahasa bukan musuh. Tata bahasa adalah peta. Dengan peta, Anda tahu ke mana kata harus diletakkan.
Pelafalan adalah cara mengucapkan bunyi, suku kata, tekanan kata, dan intonasi. Dalam bahasa Inggris, ejaan dan bunyi sering tidak sama persis. Misalnya, huruf a terdengar berbeda dalam kata cat, name, dan about. Buku ajar pelafalan bahasa Inggris biasanya membahas bunyi, tekanan kata, ritme, dan intonasi karena semua unsur itu membantu pendengar memahami ujaran (Celce-Murcia et al., 2010).
Contoh sederhana:
thank you
Ungkapan ini tidak cukup hanya diketahui artinya. Kita juga perlu melatih cara mengucapkannya dengan cukup jelas agar orang lain memahami maksud kita.
Dalam buku ini, pelafalan tidak dipelajari untuk mengejar aksen tertentu secara sempurna. Tujuan awalnya adalah jelas dan dapat dipahami.
Mengapa bahasa Inggris terasa berbeda dari bahasa Indonesia?
Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia memiliki banyak perbedaan. Perbedaan ini wajar. Kesalahan pemula sering muncul bukan karena pembelajar “tidak berbakat”, melainkan karena ia memakai pola bahasa Indonesia secara langsung ke dalam bahasa Inggris.
Perhatikan contoh berikut.
Dalam bahasa Indonesia, kita dapat berkata:
Saya siswa.
Dalam bahasa Inggris, kita tidak cukup berkata:
I student.
Kalimat yang benar adalah:
I am a student.
Mengapa ada am dan a? Karena bahasa Inggris membutuhkan pola tertentu untuk menyatakan identitas. Am adalah bentuk dari to be untuk subjek I, sedangkan a dipakai sebelum kata benda tunggal yang dapat dihitung, seperti student. Aturan ini akan dibahas bertahap dalam Bab 3 dan Bab 4.
Contoh lain:
Dia suka kopi.
Dalam bahasa Inggris:
She likes coffee.
Kata kerja like berubah menjadi likes karena subjeknya she dan waktunya simple present. Kita akan mempelajari pola ini dalam Bab 7.
Jadi, ketika Anda membuat kesalahan, jangan langsung merasa gagal. Kesalahan adalah tanda bahwa otak sedang membandingkan dua sistem bahasa. Tugas kita adalah memperbaiki perbandingan itu dengan contoh, latihan, dan pengulangan yang tepat.
Cara buku ini membangun kemampuan Anda
Buku ini bergerak dari bagian kecil menuju bagian yang lebih lengkap.
Kita mulai dari bunyi dan huruf. Anda akan mengenal alfabet bahasa Inggris, perbedaan antara ejaan dan pelafalan, serta cara menggunakan kamus atau aplikasi pengucapan dengan benar.
Setelah itu, kita masuk ke ungkapan sehari-hari. Anda akan belajar menyapa, memperkenalkan diri, bertanya kabar, berterima kasih, meminta maaf, dan menutup percakapan.
Kemudian kita belajar kata benda, artikel, kata ganti, dan to be. Ini penting karena banyak kalimat dasar memakai pola seperti:
This is a pen.
I am from Indonesia.
She is my sister.
Sesudah itu, kita masuk ke kata sifat, kata keterangan, urutan kata, dan tanda baca. Dengan bagian ini, Anda mulai bisa membuat kalimat yang lebih jelas:
The room is clean.
He speaks slowly.
Please sit here.
Lalu kita mempelajari simple present, yaitu bentuk kalimat untuk kebiasaan dan fakta umum:
I work every day.
Water boils at 100 degrees Celsius at standard atmospheric pressure.
She likes music.
Setelah itu, Anda akan belajar bertanya dengan tepat:
What is your name?
Where do you live?
Do you speak English?
Bagian berikutnya membahas waktu, angka, tanggal, harga, preposisi, kegiatan yang sedang berlangsung, kejadian lampau, modal seperti can dan should, strategi membaca, strategi menulis, dan percakapan praktis.
Dengan urutan ini, Anda tidak dipaksa melompat terlalu jauh. Setiap bab menyiapkan dasar untuk bab berikutnya.
Belajar bahasa berarti membangun kebiasaan kecil
Bahasa tidak cukup dipahami sekali. Bahasa perlu dipakai berulang kali. Jika hari ini Anda belajar kalimat:
I am a student.
Jangan hanya membaca artinya. Ubah kalimat itu menjadi beberapa contoh:
I am a teacher.
I am a driver.
I am a mother.
I am from Bandung.
I am happy.
Dengan cara ini, Anda tidak hanya menghafal satu kalimat. Anda mulai memahami pola:
I am + informasi tentang diri saya.
Pola adalah bentuk yang dapat diisi dengan kata berbeda. Dalam bahasa Inggris dasar, pola sangat membantu karena Anda dapat membuat banyak kalimat dari satu struktur.
Contoh pola lain:
Do you like + benda/kegiatan?
Dari pola itu, Anda dapat membuat:
Do you like coffee?
Do you like tea?
Do you like music?
Do you like reading?
Belajar pola membuat bahasa Inggris terasa lebih teratur. Anda tidak perlu menghafal semua kalimat satu per satu.
Terjemahan boleh membantu, tetapi jangan berhenti di terjemahan
Pada tahap awal, terjemahan ke bahasa Indonesia sangat berguna. Misalnya:
I am hungry. = Saya lapar.
Terjemahan membantu Anda menangkap makna. Namun, jika hanya mengandalkan terjemahan, Anda mungkin sulit membentuk kalimat secara alami. Karena itu, setelah memahami arti, perhatikan juga bentuk bahasa Inggrisnya.
Bandingkan:
Saya lapar.
I am hungry.
Dalam bahasa Indonesia, tidak ada kata yang setara langsung dengan am dalam kalimat itu. Dalam bahasa Inggris, am diperlukan. Jadi, jangan hanya bertanya, “Apa artinya?” Tanyakan juga, “Bagaimana polanya?”
Pertanyaan yang baik saat belajar adalah:
- Apa arti kalimat ini?
- Kata mana yang menjadi subjek?
- Kata kerja atau pola utamanya apa?
- Apakah ada kata kecil yang wajib, seperti a, an, the, am, is, are, do, atau does?
- Dapatkah saya membuat contoh lain dengan pola yang sama?
Kesalahan umum itu normal
Pembelajar pemula sering membuat kesalahan seperti:
I am like coffee.
Padahal yang benar:
I like coffee.
Mengapa? Karena like di sini sudah menjadi kata kerja utama, sehingga tidak perlu am.
Contoh lain:
She like music.
Yang benar:
She likes music.
Mengapa? Karena dalam simple present, subjek he, she, atau it biasanya membuat kata kerja utama mendapat akhiran -s atau -es.
Kesalahan seperti ini akan sering muncul. Jangan takut. Yang penting adalah mengetahui alasannya dan memperbaikinya. Buku ini akan membantu Anda melihat pola di balik kesalahan.
Cara belajar yang disarankan
Bacalah satu bagian kecil, lalu berhenti untuk mencoba. Jangan menunggu sampai “siap” untuk memakai bahasa Inggris. Kesiapan muncul karena latihan, bukan sebelum latihan.
Misalnya, setelah belajar salam, langsung ucapkan:
Good morning.
Hello.
How are you?
I am fine, thank you.
Setelah belajar perkenalan, tulis tiga kalimat tentang diri Anda:
My name is Sari.
I am from Surabaya.
I am a student.
Setelah belajar benda dan artikel, lihat benda di sekitar Anda:
This is a table.
This is a phone.
This is an orange.
Latihan kecil seperti ini lebih berguna daripada membaca terlalu cepat tanpa memakai apa pun. Kosakata dan pola kalimat menjadi kuat ketika sering dipakai dalam konteks yang bermakna; prinsip ini sejalan dengan pandangan Nation bahwa pembelajaran kosakata memerlukan paparan, perhatian pada bentuk dan makna, serta penggunaan berulang (Nation, 2013).
Tujuan akhir buku ini
Setelah menyelesaikan buku ini, Anda diharapkan mampu melakukan hal-hal dasar berikut:
- menyapa dan memperkenalkan diri dengan sopan;
- memahami dan membuat kalimat sederhana;
- memakai kata benda, artikel, kata ganti, kata sifat, dan kata keterangan dasar;
- menggunakan am, is, are, do, does, was, dan were dalam pola dasar;
- menyatakan kebiasaan, kegiatan yang sedang berlangsung, dan kejadian lampau sederhana;
- bertanya dan menjawab pertanyaan umum;
- memahami angka, waktu, tanggal, harga, dan arah sederhana;
- membaca pesan, pengumuman, dialog, dan paragraf pendek;
- menulis pesan, email sederhana, deskripsi diri, dan paragraf pendek;
- mengikuti percakapan praktis dalam situasi sehari-hari.
Tujuan ini sederhana, tetapi sangat penting. Jika fondasi ini kuat, Anda akan lebih mudah melanjutkan ke tingkat menengah.
Sikap belajar yang perlu dibawa
Bawalah tiga sikap saat membaca buku ini.
Pertama, sabar. Bahasa Inggris memiliki banyak pola yang berbeda dari bahasa Indonesia. Perbedaan itu tidak harus dikuasai sekaligus.
Kedua, teliti. Kata kecil dalam bahasa Inggris sering penting. Perhatikan a, an, the, is, are, do, dan does. Kata-kata ini pendek, tetapi dapat mengubah benar atau salahnya kalimat.
Ketiga, berani mencoba. Kalimat sederhana yang dipakai dengan benar lebih baik daripada kalimat panjang yang belum jelas. Mulailah dari:
I am ready.
I can learn.
I will practice.
Buku ini akan berjalan bersama Anda dari langkah paling awal. Kita mulai bukan dengan tuntutan untuk sempurna, melainkan dengan kebiasaan memahami, meniru, mencoba, memperbaiki, dan memakai bahasa Inggris sedikit demi sedikit.
Pada bab berikutnya, kita akan memulai dari dasar yang paling awal: bunyi, huruf, dan cara membaca kata dalam bahasa Inggris.
References
Celce-Murcia, M., Brinton, D. M., Goodwin, J. M., & Griner, B. (2010). Teaching Pronunciation: A Course Book and Reference Guide (2nd ed.). Cambridge University Press.
Council of Europe. (2020). Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment — Companion Volume. Council of Europe Publishing.
Crystal, D. (2003). English as a Global Language (2nd ed.). Cambridge University Press.
Nation, I. S. P. (2013). Learning Vocabulary in Another Language (2nd ed.). Cambridge University Press.