Version 2 of 2

The

AI explanation generated from custom prompt. · Working · Sep 18, 2026 08:38 · saved by @mujirin

Kapan Menggunakan Kata The dalam Bahasa Inggris?

Kata yang disorot, “The”, tampak sangat kecil, tetapi dalam grammar bahasa Inggris ia punya fungsi penting. Dalam kalimat:

The dog bites the man.
The man bites the dog.

kata the muncul sebelum dog dan man. Dalam bahasa Inggris, the disebut definite article, yaitu artikel yang dipakai ketika pembicara dan pendengar dianggap dapat mengenali benda, orang, atau hal yang sedang dibicarakan. Dalam bahasa Indonesia, the sering tidak diterjemahkan sebagai satu kata khusus. Kadang maknanya mendekati “itu”, “tersebut”, atau “yang sudah kita tahu”, tetapi tidak selalu perlu diterjemahkan secara langsung.

Makna Dasar The: “Yang Kita Maksud Itu”

Cara paling sederhana untuk memahami the adalah begini: gunakan the ketika kita berbicara tentang sesuatu yang sudah jelas yang mana.

Misalnya:

I saw a dog. The dog was very big.

Pada kalimat pertama, a dog berarti “seekor anjing”, belum jelas anjing yang mana. Setelah anjing itu disebut, kalimat kedua memakai the dog karena sekarang pendengar sudah tahu: anjing yang dimaksud adalah anjing yang baru disebut tadi.

Jadi, perbedaannya bukan sekadar “a berarti satu, the berarti itu”. Lebih tepatnya, a/an memperkenalkan sesuatu yang belum tertentu, sedangkan the menunjuk sesuatu yang sudah tertentu atau dapat dikenali. Penjelasan seperti ini sejalan dengan tata bahasa Inggris modern yang membedakan indefinite reference dan definite reference [Quirk et al. 1985; Huddleston & Pullum 2002].

Mengapa “The Dog” dan “The Man”?

Dalam contoh dari dokumen induk:

The dog bites the man.
The man bites the dog.

fokus utamanya adalah urutan kata: siapa yang menggigit dan siapa yang digigit. Tetapi kata the juga memberi nuansa bahwa kita sedang membicarakan anjing tertentu dan orang tertentu dalam suatu situasi yang dibayangkan.

Kalimat:

The dog bites the man.

berarti kurang lebih:

Anjing itu menggigit orang itu.

Bukan sembarang anjing dan sembarang orang secara umum, tetapi satu anjing dan satu orang yang dianggap sudah jelas dalam konteks. Mungkin kita sedang melihat gambar, membaca cerita, atau membicarakan kejadian tertentu. Dalam keadaan seperti itu, the dog dan the man terasa alami.

Bandingkan dengan:

A dog bites a man.

Ini berarti “seekor anjing menggigit seorang pria.” Kalimat ini memperkenalkan kejadian baru. Pendengar belum tahu anjing yang mana atau pria yang mana.

Lalu:

The dog bites a man.

Ini berarti anjingnya sudah jelas, tetapi pria yang digigit belum tentu jelas. Misalnya, kita sudah membicarakan seekor anjing tertentu, lalu anjing itu menggigit seorang pria.

Sebaliknya:

A dog bites the man.

Ini berarti pria itu sudah jelas, tetapi anjingnya belum jelas. Misalnya, ada seorang pria yang sedang kita perhatikan, lalu seekor anjing menggigitnya.

Perubahan kecil seperti ini menunjukkan bahwa grammar tidak hanya mengatur susunan kata, tetapi juga membantu pembaca mengetahui informasi mana yang sudah dikenal dan mana yang baru.

Kapan Biasanya The Dipakai?

Kita memakai the ketika noun atau kata benda sudah bisa dikenali. Ada beberapa keadaan umum.

Pertama, the dipakai ketika sesuatu sudah disebut sebelumnya:

I bought a book yesterday. The book is about English grammar.

Pada awalnya kita memakai a book karena buku itu baru diperkenalkan. Setelah itu, kita memakai the book karena pembaca sudah tahu buku yang dimaksud.

Kedua, the dipakai ketika hanya ada satu yang masuk akal dalam konteks:

Please close the door.
Look at the sky.
The sun is bright today.

Jika kita berada di sebuah ruangan dan seseorang berkata close the door, biasanya jelas pintu mana yang dimaksud. Begitu juga the sun, karena dalam konteks kehidupan sehari-hari kita mengacu pada matahari yang sama.

Ketiga, the dipakai ketika ada keterangan yang membuat noun menjadi spesifik:

The woman in the red dress is my teacher.
The book on the table is mine.

Di sini, woman dan book menjadi jelas karena ada tambahan: in the red dress dan on the table. Jadi the woman bukan perempuan mana saja, melainkan perempuan yang memakai gaun merah. The book bukan buku mana saja, melainkan buku yang ada di atas meja.

Keempat, the dipakai dengan benda atau kelompok yang dianggap sudah diketahui bersama dalam suatu situasi:

The teacher is explaining the lesson.
The students are listening.

Jika kalimat ini muncul dalam konteks kelas, the teacher dan the students mudah dipahami sebagai guru dan murid di kelas itu.

The Tidak Sama dengan Bahasa Indonesia

Bagi pembelajar Indonesia, the sering membingungkan karena bahasa Indonesia tidak memiliki sistem artikel seperti bahasa Inggris. Kita bisa berkata:

Anjing menggigit orang.
Anjing itu menggigit orang itu.
Seekor anjing menggigit seorang pria.

Dalam bahasa Indonesia, makna “tertentu” bisa ditunjukkan dengan kata seperti itu, tersebut, atau dari konteks saja. Dalam bahasa Inggris, pilihan antara a/an, the, atau tanpa artikel sering harus dinyatakan lebih jelas.

Misalnya:

I like dogs.

Artinya: “Saya suka anjing” secara umum. Kita tidak memakai the karena yang dimaksud adalah anjing sebagai jenis hewan secara umum, bukan anjing tertentu.

Tetapi:

I like the dogs in your house.

Artinya: “Saya suka anjing-anjing yang ada di rumahmu.” Di sini the dogs spesifik karena dibatasi oleh in your house.

Jadi, jangan menerjemahkan the secara otomatis menjadi itu. Lebih baik tanyakan: apakah benda atau orang ini sudah jelas yang mana? Jika ya, kemungkinan besar the diperlukan.

Perbedaan A/An, The, dan Tanpa Artikel

Untuk noun yang dapat dihitung dalam bentuk tunggal, seperti dog, book, student, bahasa Inggris biasanya membutuhkan artikel atau penentu lain. Kita biasanya tidak berkata:

Dog bites man.

Dalam bahasa Inggris standar sehari-hari, bentuk yang lebih wajar adalah:

A dog bites a man.
The dog bites the man.

Namun untuk bentuk jamak atau benda yang tidak dapat dihitung, bahasa Inggris bisa memakai tanpa artikel ketika maknanya umum:

Dogs can be friendly.
Coffee is popular.
Water is important.

Kalimat-kalimat ini berbicara secara umum. Tetapi jika kita membicarakan kelompok atau benda tertentu, the muncul:

The dogs in this park are friendly.
The coffee you made is delicious.
The water in this bottle is cold.

Perhatikan polanya. Tanpa the, makna sering umum. Dengan the, makna biasanya menjadi tertentu.

The untuk Makna Umum: Kasus yang Perlu Hati-Hati

Ada satu bagian yang agak lebih maju: kadang the juga bisa dipakai untuk berbicara tentang jenis secara umum, terutama dalam gaya formal atau ilmiah:

The tiger is an endangered animal.
The computer has changed modern life.

Di sini the tiger tidak berarti satu harimau tertentu, tetapi spesies harimau secara umum. Namun untuk pemula, lebih aman memahami pola umum dulu: the biasanya berarti sesuatu yang sudah jelas atau spesifik. Setelah itu, barulah kita belajar pemakaian khusus seperti the tiger untuk jenis hewan atau the piano dalam kalimat seperti:

She plays the piano.

Tata bahasa Inggris memang memiliki beberapa pola tetap seperti ini, sehingga konteks dan kebiasaan pemakaian juga penting [Larsen-Freeman & Celce-Murcia 2015].

Kesimpulan

Kata the digunakan ketika pembicara menganggap pendengar tahu atau dapat mengenali benda, orang, tempat, atau hal yang dimaksud. Dalam contoh:

The dog bites the man.

the dog berarti anjing tertentu, dan the man berarti pria tertentu. Fungsi utama contoh dalam dokumen induk adalah menunjukkan bahwa urutan kata mengubah makna: anjing menggigit orang, atau orang menggigit anjing. Tetapi kata the menambahkan satu lapisan makna: tokoh-tokoh dalam kalimat itu diperlakukan sebagai sudah jelas dalam situasi yang dibicarakan.

Untuk belajar, pertanyaan paling berguna adalah: “Apakah pembaca atau pendengar sudah tahu yang mana?” Jika jawabannya ya, gunakan the. Jika benda itu baru diperkenalkan dan tunggal serta dapat dihitung, biasanya gunakan a atau an. Jika berbicara umum tentang bentuk jamak atau benda tak terhitung, sering kali tidak perlu artikel.

References

Huddleston, R., & Pullum, G. K. (2002). The Cambridge Grammar of the English Language. Cambridge University Press.

Larsen-Freeman, D., & Celce-Murcia, M. (2015). The Grammar Book: Form, Meaning, and Use for English Language Teachers (3rd ed.). National Geographic Learning.

Quirk, R., Greenbaum, S., Leech, G., & Svartvik, J. (1985). A Comprehensive Grammar of the English Language. Longman.

τ TheoryTrace