Pendahuluan
Halo, penjelajah kecil.
Di sekitarmu ada banyak alat buatan manusia. Ada ponsel, komputer, tablet, televisi, kamera, dan mungkin robot mainan. Alat-alat itu tidak hidup seperti manusia. Mereka tidak lapar, tidak sedih, dan tidak bisa memeluk seperti Ayah, Ibu, Kakak, Adik, atau teman. Tetapi alat-alat itu bisa membantu manusia melakukan banyak hal.
Ponsel bisa menyimpan foto. Komputer bisa menghitung. Tablet bisa memutar lagu. Kamera bisa mengambil gambar. Ada juga program yang bisa membantu mencari rute jalan, mengenali suara, membaca tulisan, atau menjawab pertanyaan.
Di buku ini, kita akan belajar tentang AI.
AI dibaca “ei-ai”. AI adalah singkatan dari artificial intelligence. Dalam bahasa Indonesia, istilah yang sering dipakai adalah kecerdasan buatan. Kata buatan berarti dibuat oleh manusia. Kata kecerdasan berarti kemampuan untuk melakukan tugas yang tampak pintar, seperti mengenali gambar, memilih jawaban, atau menemukan pola.
Dalam ilmu komputer, AI dipelajari sebagai cara membuat sistem komputer dapat menerima informasi, mengolahnya, lalu melakukan tindakan atau memberi jawaban untuk mencapai tujuan tertentu (Russell & Norvig, 2021). Untuk anak-anak, kita bisa mengatakannya begini:
AI adalah cara membuat komputer tampak pintar saat membantu manusia.
Misalnya, bayangkan ada banyak gambar hewan. Ada gambar kucing, ayam, ikan, dan kelinci. Jika komputer diberi banyak contoh gambar kucing, lalu dilatih untuk mengenali ciri-cirinya, komputer mungkin bisa menebak, “Ini kucing.” Inilah salah satu contoh AI.
Tetapi komputer tidak mengenali kucing seperti kamu mengenali kucing. Kamu mungkin ingat kucing karena pernah melihatnya bergerak, mendengar suaranya, atau menyayanginya. Komputer bekerja dengan data dan instruksi.
Data adalah informasi. Data bisa berupa warna, angka, suara, gambar, atau kata. Contohnya, “apel ini merah” adalah data tentang warna. “Ada tiga bola” adalah data tentang jumlah. Foto kucing adalah data gambar. Suara “meong” adalah data suara.
Instruksi adalah perintah yang jelas. Contohnya, “ambil sepatu”, “letakkan mainan di kotak”, atau “cuci tangan dengan sabun”. Komputer juga membutuhkan instruksi. Instruksi untuk komputer ditulis dalam bentuk program. Program adalah kumpulan perintah yang dibuat manusia agar komputer tahu apa yang harus dilakukan.
Ada juga kata penting lain: pola. Pola adalah sesuatu yang berulang atau memiliki susunan tertentu. Contohnya:
tepuk, tepuk, hentak.
tepuk, tepuk, hentak.
tepuk, tepuk, hentak.
Itu pola suara dan gerak.
Contoh lain:
merah, biru, merah, biru, merah, biru.
Itu pola warna.
AI sering memakai data untuk mencari pola. Jika AI melihat banyak contoh, AI dapat membuat tebakan. Dalam ilmu komputer, cara membuat program menjadi lebih baik dengan pengalaman atau contoh disebut machine learning, atau pembelajaran mesin (Mitchell, 1997). Pembelajaran mesin adalah bagian dari AI.
Namun, “belajar” pada mesin tidak sama dengan belajar pada anak. Anak bisa bertanya, merasa bingung, bercerita, dan memahami dunia bersama orang lain. Mesin tidak punya perasaan seperti anak. Mesin mengolah data sesuai programnya.
Karena itu, AI bisa membantu, tetapi AI juga bisa salah.
Misalnya, ada AI yang menebak gambar. Kamu menunjukkan gambar boneka beruang. AI berkata, “Itu kucing.” Tebakan itu salah. Maka kita perlu memeriksa. Kita boleh bertanya kepada orang dewasa, melihat lagi gambarnya, dan berpikir bersama.
Belajar AI bukan berarti kita harus langsung membuat mesin yang sulit. Kita mulai dari hal kecil.
Kita akan belajar melihat pola pada warna dan bentuk. Kita akan mencoba memberi instruksi yang jelas. Kita akan mengenal data dari benda-benda di sekitar. Kita akan bermain menebak dan memeriksa. Pelan-pelan, kita akan memahami bahwa AI bukan sihir. AI adalah alat buatan manusia.
Alat bisa sangat berguna jika dipakai dengan baik.
Pensil membantu kita menggambar. Tetapi pensil tidak menggambar sendiri tanpa tangan yang memakainya. Sepeda membantu kita bergerak lebih cepat. Tetapi kita tetap perlu belajar menjaga keseimbangan. AI juga begitu. AI bisa membantu membaca, menggambar, berhitung, menerjemahkan kata, atau berlatih menjawab pertanyaan. Tetapi manusia tetap perlu berpikir, memeriksa, dan memilih dengan bijak.
Para peneliti pendidikan AI menjelaskan bahwa memahami AI bukan hanya tahu cara memakainya, tetapi juga tahu cara menilai hasilnya dan memikirkan dampaknya bagi manusia (Long & Magerko, 2020). Untuk anak-anak, kalimat itu bisa kita sederhanakan menjadi:
Pakai AI dengan bantuan orang dewasa. Jangan langsung percaya semuanya. Periksa lagi. Gunakan untuk hal baik.
Di buku ini, kamu tidak perlu terburu-buru. Bacalah bersama orang dewasa jika kamu belum bisa membaca sendiri. Lihat gambar di sekitarmu. Dengarkan suara. Hitung benda. Cari pola. Coba beri instruksi sederhana.
Misalnya, katakan kepada boneka atau teman bermain:
“Pertama, ambil balok merah.
Kedua, taruh di atas meja.
Ketiga, ambil balok biru.
Keempat, taruh di samping balok merah.”
Jika urutannya jelas, temanmu lebih mudah mengikuti. Itulah awal memahami algoritma. Algoritma adalah langkah-langkah jelas untuk menyelesaikan tugas. Nanti kita akan belajar kata ini dengan lebih pelan.
Kita juga akan belajar bahwa AI membutuhkan contoh yang baik. Jika AI hanya melihat contoh apel merah, AI mungkin bingung saat melihat apel hijau. Karena itu, contoh yang lengkap dan beragam sangat penting. Dengan cara yang sederhana, kita akan memahami mengapa data yang baik dapat membantu AI memberi jawaban yang lebih baik.
Yang paling penting, buku ini mengajakmu menjadi anak yang ingin tahu.
Jika melihat ponsel mengenali wajah, kamu boleh bertanya, “Bagaimana ponsel tahu?”
Jika mendengar asisten suara menjawab, kamu boleh bertanya, “Dari mana jawabannya?”
Jika melihat robot bergerak, kamu boleh bertanya, “Siapa yang memberi instruksi?”
Pertanyaan adalah pintu belajar.
Mari kita mulai perjalanan ini dengan tenang. Kita akan mengenal mesin yang membantu manusia, lalu memahami apa itu AI, data, pola, instruksi, pembelajaran dari contoh, prediksi, robot, keamanan, dan cara menjadi pengguna AI yang bijak.
AI adalah alat. Manusia yang membuatnya. Manusia juga yang harus memakainya dengan aman, baik, dan penuh tanggung jawab.
Sekarang, mari membuka Bab 1.
Kita akan mulai dari pertanyaan yang sangat sederhana:
Mesin bisa membantu kita melakukan apa?
References
Long, Duri, and Brian Magerko. 2020. “What Is AI Literacy? Competencies and Design Considerations.” Proceedings of the 2020 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems. Association for Computing Machinery. https://doi.org/10.1145/3313831.3376727
Mitchell, Tom M. 1997. Machine Learning. McGraw-Hill.
Russell, Stuart J., and Peter Norvig. 2021. Artificial Intelligence: A Modern Approach. 4th ed. Pearson.